Laman

Semoga (((ALLAH ))) Selalu Merahmati

Kamis, 26 Agustus 2010

˙·٠•●♥ Dalam Penantian Khatulistiwa __̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡. (1)



السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم


(Perjalanan Panjang Untuk Sebuah Identitas)

Dalam Penantian Khatulistiwa!

DONGENG
DO itu duduk, NGENG itu cerita
jadi duduk, baca dan simak Wisnu kecil mau cerita,
sambil cerita sambil mengingat pelajaran di SD. hihiy...

ibuku (Almarhum) memberiku nama Wisnu wais AlQorni yang di rubah menjadi
“Bagus Qurnae fauzi iskandar”, konon katanya :
( karna sering sakit- sakitan sewaktu kecil ),
Hmmm…ngemeng,ngemang. “tapi aku, lebih suka memilih nama pertamaku”.
aku katakan kepada ibu, sewaktu ibu masih berada dalam kenyataan hidupku di dunia. Ibu bilang “ silahkan nak, semua itu Namamu, apapun yang kamu mau. Sebab nama seorang yang ibu Cinta (rosulullah), pun banyak sekali namanya”
heuheu…(seneng di izinkan ibu).

Wisnu kecil, di lahirkan, di bulan kemerdekaan. sejak itulah aku biasa dipanggil Deden, Bagus,Ade /aa/kk/wisnu.“Hmmm…tapi biarlah itung~itung nyenengin orang tua”.
Heuheuy…entah turunan “darah mana” aku dipanggil begitu, mungkin darah ningrat dari kabupaten Cirebon ( menghayal.com ). yang konon para leluhurku turun-temurun menjadi lurah/kiai, yang tak pernah aku lihat dan merasakan kasih sayang mereka, karena mereka telah tiada ketika aku masih dalam kandungan, Bahkan sebelum ada dalam kandungan.

Turunan pembesar galuhkah?,kota ciamis,...ckckck tambah "menghayal"..
yang konon dahulu adalah kerajaan angker. Yang ber-ilmu tinggi. Sisa dari kerajaan hindu-budha.
hmmm...(ga'penting banget,apa itu darah ningrat. atau rakyat jelata)

Aku terlahir dari Ayah dan ibu yang sangat prihatin dan terusir. Dari lingkungan bejad & mendengki.merasa hidup terancam, dan kekurangan. akhirnya Ayah dan ibuku “hijrah” ke sebrang kepulau andalas, yang sekarang sering di sebut Sumatra. termasuk Aku yang saat itu masih belum ada.

Di sumatra (kota palembang. Kabupaten muara-enim) itu aku lahir, di sebuah kota kecil atau lebih tepatnya disebut kampung bernama “Cempaka”. dengan penduduk heterogen sisa dari komunitas Cina, jawa, juga Palembang (penduduk Asli) yang menguasai pertanahan disekitar kota dan perkebunan yang usar.

Dan akuterlahir dari pasangan suami istri. M.sohih bin H.sufari (eyang jangkung) bin eyang H.Perwata ( eyang koneng) bin H.Habib hasan dan Ibunda Amina bin Al-jasim bin eyang Al-hani.
Bapakku seorang lara. yang memisahkan diri dari keluarga karna tuntutan hidup yang berat dan prihatin.
terlahir dari kakek (Almarhum), seorang kyai, di kampungnya.
yang ketika itu dia masih kecil, Sudah di tinggal pergi oleh Ayah dan ibunya.
Tinggalah dia seorang yang(yatim,piatu).

Berawal mulai sekolah di SDN1. adalah bekas benteng pertahanan Belanda, di sana juga ada pemakaman sebagiannya yang sudah dijadikan sekolah.
Sebagai “bungsu” dari 9 bersoudara, aku sangat merasakan kasih sayang orangtua yang terasa berlebihan. sehingga aku tumbuh menjadi manja, cengeng, galak dan keras kepala. aku senang bergaul.
semula aku perlakukan sama dengan teman-teman bermainku. Tapi ternyata itu salah! Mereka teman-temanku membawa karakter sesuai lingkungan keluarga dan tradisi nenek moyang yang mereka dilahirkan. Dan akhirna ku memilih untuk menjalani hidup tanpa banyak teman. Sebab itu bisa membahayakan keyakinanku, serta ahlakku.
begitu kata bapak!

Bapakku mengajarkan aku Agama Islam (tanpa membaca Alquran) Tapi dengan sikap dan perbuatan seperti dengan membawaku shalat di Masjid dan ketika shalat jum’ah di Mesjid Agung. yang tempatnya agak jauh dari rumah. akupun disuruh belajar membaca Alquran di rumah dengan ibu, selain itu aku belajar juga di mushola kecil di kampungku yang namanya Al-hidayah.
di tempat “ngaji” itulah aku mengenal “wanita” yang bagiku ia begitu indah untuk dipandang, dialah yang membuat dadaku bergetar!...Ketika aku masih bau “cikur” hihiy…
dan yang sama sekali belum tau apa arti “Cinta.”…

“Alif…ba…ta….tsaa….” Demikian pertama aku belajar ngaji, tak ada yang istimewa! Bagiku itu hanya sebatas kewajiban yang dibebankan orangtua. kalau bukan karena ingin bertemu wanita itu sudah dapat kupastikan, aku meninggalkan rutinitas hari yang menjemukan setelah matahari terbenam itu.(wisnu kecil..masih belom mudeng )

Terkadang kalau lagi bermusuhan dengan wanita itu.
aku pindah ngaji dirumah, dimana kawan-kawan pria dan wanita seusiaku belajar ngaji juga dirumahku, mereka semua tetanggaku dari kelompok minoritas perantau, mereka mempunyai komunitas sendiri, cara dan adat mereka berbeda dengan penduduk “sumatra” setempat. Mereka keturunan Palembang.
bapakku menyebutnya “kance-kance” (teman-teman)
yang membawa adat dan kebiasaan yang sangar dan ganas! Brrr…brrr…

“Alief…be…te….tse…..” Alangkah kagetnya ibu, ketika mengetahui aku belajar mengeja Al-Qur’an seperti itu. yang di akhiri dengan lafad “E” dengan bahasa palembang.
Aku mulai tahu kalau masyarakat dilingkunganku tinggal terjadi persaingan norma, dan etika yang tidak sehat.

Siang hari sepulang sekolah aku dan kawan-kawan priaku sering bermain di “lapangan lik jono (nama pemiilik tanah)”, sebuah lapangan yang di tumbuhi pohon-pohon rindang,
dan besar. di salah satu pepohonan itu ada sebuah pohon belimbing yang teduh.
Pohon belimbing itulah sebuah residu memory masa kecilku yang penuh kenangan, penuh hikmah. yang saban hari mengasuh dan memberiku makanan dengan buahnya yang masam dan segar... yang “ku coel” dengan garam dan yang aku makan di atas pohonya ketika aku pulang sekolah sewaktu lapar.Alhamdulilah...
Pada masa waktu itulah, Saat-saat aku. menunggu pulang orang tuaku yang bekerja seharian di pasar, yang berusaha menjemput rezeki yang sengaja diturunkan dari langit ke tujuh oleh Allah SWT untuk ayah dan ibuku, demi menghidupi keluarga “Sebagai ibadahnya, sekaligus jihad bagi ukuran mereka yang sungguh lelah dan sederhana itu.”

Pohon belimbing itu juga, adalah sebagian rezeki yang telah di berikan Allah swt untuk aku makan setiap harinya sepulang dari sekolah SD . Karena masa~masa ketika itu aku pergi dan pulang sekolah Alhamdulillah, jarang sekali yang namanya sarapan.
Terkadang, ketika pagi aku di masakan nasi goreng. itu juga kalo lagi ada sisa dari makan malam, yang di daur ulang oleh ibuku yang baik dan rajin. juga tipe penyayang itu... Karna orang tuaku dari pagi sampai sore bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarga.
Subhanallah….”Amina. Wahai…ibunda tersayang. Ingatan tentangmu tak akan pernah lepas sampai akhir hayatku”

Dekat dari lapangan itu, ada pula sebuah bangunan tua yang rapuh, juga menyeramkan, tempat di samping pos kamling, sering dibuat tempat pertemuan oleh kelompok orang tertentu, mereka sebagiannya adalah saudara atau family dari kawan-kawan sebagai tetanggaku.tentu saja turunanpenduduk Asli disana.

Tempat yang menyeramkan itu kemudian diruntuhkan.
karena memang sudah rapuh, & ambruk di sebagian kecil dari atapnya.
akhirnya dijadikan garasi tempat mobil orang kaya dan berkuasa. Orang kaya itu, orang tua dari teman perempuanku yang angkuh, sombong, dan acuh tak acuh itu. yang anak dan keuarganya sering sekali menghinaku dan keluarga bapakku.
“ Namun, subhanallah…itulah bapak”. “Seorang yang penuh kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani hidup” beliau hanya tersenyum…ketika ada orang yang menghina, dan menyakiti peasaanya.”

Beranjak dewasa:
Masa, sudah berada di tanah jawa….
Disebut kampung dimana tempat orang tua tinggal.
disana di kampung itu juga ada sebuah mushola.
sesuatu yang telah menggugah kembali hatiku.

“Jangan kembali pulang”..
sebelum kita menang,
walau mayat terdampar di medan juang
itulah Islam berjuang!

Tinggalkan ayah, tinggalkan ibu
Relakan daku pergi berjuang
Dibawah naungan Islam
Hidup mulia, atau matiSyahid cemerlang!

Syair yang dihapal yang masih ku ingat, Dilingkungan sekitar moshola itu. lebih tepatnya disebut tempat pengkaderan dan pembinaan generasi muda Islam yang saat itu, aku tidak tahu untuk apa. aku dan kawan-kawan hanya “anak bawang” yang sekali-kali disuruh menghidangkan makanan dan minuman bagi mereka. Aku hanya diperingatkan bapak untuk tidak mendekati mereka, untuk tidak belajar dengan mereka. karena bagi bapakku mereka adalah pengikut misi agama baru, sebab jika mereka ke mushola yang selalu memakai jas…! ( maklum, bapak anti modernisasi ).

Wajar kekhawatiran bapak, Karna pada saat itu masyarakat di bungkam oleh kekuasaan orde baru.sehingga timbul kekhawatiran yang dalam di dada bapak,
karna takut kalau-kalau aku berbuat sesuatu yang dapat menjerumuskan aku..
Tapi syukurlah ternyata, kehawatiran bapakku.
Terluluhkan, karena sesungguhnya pengkaderan itu hanya sebatas pemuda pengurus masjid saja. Heuheu…

Aku sudah mulai beranjak tumbuh besar dan cukup sedikit agak mengerti. di musola itu juga banyak sekali teman wanita yang sebaya denganku.

Ketika hari menjelang senja, aku mulai berkemas berdandan lama di depan cermin karena aku tidak mau terlihat jelek dihadapan wanita- wanita itu. aku tidak mau buka “kopeah”.
Aku merasa ada kekurangan dengan rambutku yang sedikit kurang lebat, kucatat itu sebagai kekuranganku yang pertama.
yang membuat aku kurang percaya diri untuk bisa menyatakan perasaanku pada Salah satu dari wanita~wanita itu...

Di tempat ngaji itu seperti biasa selepas shalat magrib berjamaah, aku bersama kawan-kawan dari golongan pribumi belajar agama dengan di “nadom”kan dalam bahasa Indonesia. sehingga lagu-lagu pesantren tentang ke-tauhid-an mudah untuk diingat, bahwa ;
syarat sahnya kita beriman harus percaya pada:
1. Allah swt 2. Malaikat
3. Nabiyullah 4.Kitabullah
5. Taqdir (QodoQodar) 6. Qiyamah
Setelah percaya (iman) pada urutan rukun di atas kita menjadi muslim dengan mengikuti rukun Islam atau syarat sahnya.
kita menjadi muslim dengan mengerjakan:
1. Syahadah 2. Shalat
3. Zakat 4. Puasa dan
5. Haji

Aku hapal “kata-kata” di atas secara detil tentang ke-Esa-an Tuhan, dan juga :
10. malaikat dan tugas-tugasnya yang wajib diketahui;
1. Jibril. a.s ( penyampai berita wahyu )
2. Mikail. a.s ( penyampai berita rohmat )
3. Israfil. a.s ( peniup sangkakala )
4. Izrail. a.s ( sang pencabut nyawa )
5. Rokib. a.s ( pencatat Amal baik )
6. Atib. a.s ( pencatat Amal buruk )
7. Munkar. a.s ( penanya ahli kubur jelek )
8. Nakir. a.s ( penanya ahli kubur baik )
9. Malik. a.s ( penjaga Neraka )
10. Ridwan a.s ( penjaga Syurga )

Juga Hafal 25 nabi yang wajib diketahui;
Nabi yang ma’ruf di kalangan muslimin secara umum:
1. Adam 2. Idris
3. Nuh 4. Hud
5. Shalih 6. Ibrahim
7. Luth 8. Ismail
9. Ishaq 10. Ya’qub
11. Yusuf 12. Ayyub
13. Syu’aib 14. Musa
15. Harun 16. Dzulkifli
17. Dawud 18. Sulaiman
19. Ilyas 20. Ilyasa
21. Yunus 22. Zakaria
23. Yahya 24. Isa
25. Muhammad saw

Dan Nabi lainnya:
1. Khidir
2. Yusya’
3. Uzair
4. Samuel
5. Daniel

Dan juga Kitab yang diturunkan kepada 4 Nabi dan Rasul ;
Taurat (Musa.a.s ), Zabur (Dawud. a.s), Injil (Isa. a.s ), AlQur’an ( Muhammad saw )
Itulah nama-nama kitab Allah swt. yang diturunkan pada para Nabi,

Selain belajar tentang tauhid. di tempat itu juga di ajarkan tentang cara membaca Alquran yang benar, melantunkan Alquran yang merdu, bersuci dari hadast, membaca arab gundul dari kitab-kitab berwarna kuning. juga belajar bagaimana berbahasa arab yang benar.
Lebih dari itu, tanpa kusadari….
akupun belajar tentang “Cinta” …heuheuy...
karena wanita itu memberiku sepucuk surat yang nadanya mengungkapkan tentang perasaan hatinya padaku…
“rasa cinta yang pertama kurasakan” begitu katanya dalam suratnya yang pertama!...”Prikitiwww…”

Jujur… aku tertarik dengan agama, dan semua ocehan guru ngaji, ketika itu.
Dan aku menghapal sekaligus mempelajarinya juga karena terpaksa, Aku takut dikatakan bodoh atau difitnah hanya untuk menarik perhatian perempuan itu saja, dan aku takut karena wanita itu bagiku begitu indah, sempurna untuk dimiliki, karena kawan-kawan priaku pun berlomba untuk menarik perhatiannya.
Akupun begitu dan aku berhasil!….“…..Yezzz….”

Sungguh…Gila… waktu itu, hatiku buta dan tidak tau apa yang dimaksud
“hakikinya Cinta”….
Setelah belajar agama bersama, dan yang diakhiri shalat Isya berjamaah, sebelum pulang ke rumah, aku suka mengantarnya pulang. Hanya sebatas tanpa sepengetahuannya. Dan aku menyempatkan diri mengikutinya sampai aku yakin rombongan wanitaku selamat sampai tujuan…Alhamdulillah…

Kalau musim liburan ramadhan tiba, jadwal belajar ngaji berubah jadi siang sedangkan malamnya diganti dengan acara “taraweh” waktu luangku baik siang ataupun malam selalu kuhabiskan dengan membaca, teman-temanku memberi gelar aku “sikutu buku” karena kalau sudah membaca aku suka lupa segalanya. Dahulu…Kebetulan bapakku disamping sebagai pedagang di pasar, juga membuka usaha sampingan dengan “wawarungan” dirumah, yang dilengkapi dengan “taman bacaan” semacam perpustakaan kecil untuk disewakan mulai dari buku roman, komik, novel atau bacaan-bacaan dari negeri seberang. Cina, Arab, juga Eropa. yang sudah diterjemahkan dalam bentuk cerita dan filsafat. Aku selalu dahaga dan haus untuk membaca saat itu.

Setelah kulumat habis semua buku perpustakaan kecil itu, dan setelah kubaca berulang-ulang aku mulai bosan. sehingga aku mulai berpikir, kenapa tidak membaca Alquran saja…, toh hampir semua orang dewasa yang kukenal pada bulan ramadhan membaca Alquran. Kalau aku tidak tertarik dengan apa yang dibacanya karena berbahasa Arab yang tak kumengerti, mengapa aku tidak membaca terjemahnya saja. Hmm…aku ingat,…!
“bapakku menyimpan Alquran terjemahan di atas lemari pakaian”.

Ketika waktu itu Sambil membaca aku membantu usaha sampingan kedua orangtuaku itu, aku bisa menjaga dan meladeni mereka yang mau belanja atau juga mereka yang mau menyewa buku. Peranku sangat penting karena hanya aku yang tahu buku mana yang bagus dan laku, disamping itu tugasku adalah merapikan, membungkus, menyusun, mencatat dan mendaptar buku-buku yang baru di sewa, yang harus dikembalikan si penyewanya,

Di Sumatra ;
pada “Ramadhan” Teman-teman sering ngajak aku “ngabuburit”, di rel kereta api. terkadang juga, banyak teman seusiaku ngabuburit ke taman masjid Agung, disana ada banyak permainan seperti “cemen” cerita tentang boneka-boneka yang digerakkan oleh magnet, disana juga aku sering melihat poto-poto yang dapat dilihat melalui alat seperti teropong, sungguh aku kagum tentang apa yang di sebut “Baitullah” atau tempat-tempat lainnya yang termasuk keajaiban dunia.

Di saat ngabuburit aku juga suka berenang di sungai yang namanya “lematang” tempat mengambil air yang di olah oleh (PDAM).
Sungai yang terkadang keruh kecoklatan itu, aku lebih suka dibanding berenang di kolam renang. yang tak begitu luas dan tak begitu indah di pandang.

Dan Asyiknya ketika kemarau panjang tiba. peduduk kota yang tidak banyak persediaan air, beramai-ramai ketika hari menjelang sore untuk mandi di sungai. Yang di tengah sungai itu terlihat gundukan pasir, di tengah sungai yang seolah-olah menjadi pulau-pulau kecil karna surut akibat karakter alam yang kemarau berkepanjangan.

Teringat pertama kali masuk sekolah dasar.
semua murid banyak yang tidak berseragam, tidak bersepatu bahkan ada yang tidak beralas kaki termasuk aku, lalu 1tahun kemudian kebijakan untuk memakai seragam diberlakukan seperti halnya murid-murid sekolah tingkat menengah.
Cuma bedanya Murid sekolah tingkat dasar memakai seragam yang celana pendek merah dan kemeja putih berlengan pendek. Dan Jalan belum banyak dilalui kendaraan. Untuk alat transportasi. aku mengenal “Cuma kaki yang di bekali Allah” atau “beca” yang ditarik dengan orang untuk jurusan pasar yang dekat, di kota yang aku kenal “”.
Namanya pasar “mambo”.

Untuk pergi ke kota yang jauh. aku mengenal oplet, untuk menarik barang, atau kayu dari hutan. aku mengenal “wahon” mobil yang lebih besar dari oplet dengan bak yang terbuka. kendaraan bermesin itu hanya bisa berjalan setelah sopir bersusah payah menyelahnya dengan besi panjang atau di dorong ramai-ramai. “Hahay…”

Ditanah jawa;
Dan sampai pula ketika aku menginjak di tanah jawa. aku teringat beberapa hari setelah lebaran keluarga besar suka menyempatkan diri pergi ke “pamuruyan” nama sebuah pemakaman, sunyi sepi…tempat istirahatnya hamba Allah untuk semantara sebagai tandanya. Kami sempatkan untuk ziarah ke kubur nenek.
Biasanya anak-anak (termasuk diriku). Suka dibopong dipundak orang dewasa. karena harus berjalan jauh, menerobos sawah dan hutan kecil, juga mendaki tanah yang sedikit menggunung di lembah sisi gunung sangkur.
Di gunung itu masih banyak dijumpai kera juga ular yang berbahaya.
Di atas bopongan orang-orang itu. aku sangat menikmati pemandangan Alam yang menakjubkan. Subhanallah…betapa indahnya Alam ciptaanmu ya Allah.

Sesampainya lagi dirumah, Sanak family dan orang-orang dikampungku, suka datang menjemput untuk membawa barang bawaan. orang-orang desa menyambut rombongan dengan bahagia. Beberapa hari tinggal disana. seperti berada di surga yang seperti digambarkan guru ngajiku.

air kolam dari sungai yang bening berbatu hitam, kebun, ternak dan pelayanan. penduduk yang ramah, membuat aku ingin selamanya tinggal disana. Tetapi suasana malam begitu sepi, gelap dan mencekam karena disana belum ada listrik. Aku takut dalam kegelapan sewaktu itu, karena kakak-kakak-ku, suka menakut-nakuti aku.

nenek ku, konon adalah seorang “Pekerja keras”, masih tersisa bekas kelelahan diraut wajahnya ketika beliau masih jumeneng (hidup).
Allah~Allah…Ini cerita dari ( Alm ibuku)

Ia dilahirkan di kabupaten Ciamis, entah bagaimana ceritanya, yang aku tahu banyak orang Ciamis yang “hijrah” ke berbagai kota seperti; ke Banten, Sumedang, Bandung dan juga melintasi selat sampai ke Sumatera. Mungkin mereka pindah karena kenyamanan mereka terganggu oleh konflik ekonomi, dan sisa-sisa jajahan belanda, jepang.

Cerita sekitar tahun “90 an”
aku mulai tumbuh jadi seorang yang perasa, dan mengerti apa itu Cinta, kasih sayang, harapan, dan perjuangan.
Sekaligus mengerti perasaan bagaimana rasanya kehilangan.
Di relung-relung hatiku sering berbicara sendirian dan kerap kali memisahkan diri, dan mulai berada dalam kesunyian.
Ketika aku memandangi ada perbedaan antara aku dan teman-teman sebayaku. Seperti ada sesuatu perasaan yang memisahkan aku dengan mereka.
Bersambung…..

Nasehat:
Ambil pelajaran yang indah dan baiknya saja.
“ sebab tiada kesempurnaan kecuali dengan penghayatan yang dalam, berkembang, dan layak untuk di jadikan pembatas. Sebatas memory yang layak dan yang positif saja.
Selebihnya buanglah…”

Karena betapapun kita, Adalah Allah sudah memberi bekal diri untuk berfikir lebih mengarah kepada kelembutan hati, dan berlaku kasih dan sayang.
Disetiap “ perjuangan, pembelajaran, persiapan, peperangan, sekaligus Cinta dan airmata…dan jika engkau memiliki “Cinta” milikilah Cinta dan kasih sayang yang hakiki….”

Syair - Syair __̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__

˙·٠•●♥ DEMI MASA ♥●•٠·˙

Ketika malam mulai berselimut kabut pilu…
Malam itu pun kian beranjak di jemput
Begitu cepat , fajar mulai lagi bergegas
Hingga pagi seperti syurgawi
Sejuk, di hias embun di pucuk dedaunan hijau,
Malu…rasanya pada ciptanya yang begitu ikhlas
Begitu..menawan bersih…suci

Allah di mana kah kiranya syurgawi itu…
Apakah aku bisa mencium harumnya
Semua berlalu…
tanpa kusadari mataku mengalir kan air suci bening.
Jatuh menyentuh kebumimu
Sperti kelereng di atas kaca-kaca
Bening,…suci bersih,….semua merindukanmu ya Rabb…


˙·٠•●♥ ENGKAULAH YANG BERHAQ ♥●•٠·˙

Lembah suci
Ya….aku rasanya pernah singgah disana
Kapan itu,…”?
akupun tak mengerti
Seperti angin,
kencang sekali aku berlari

Aku sudah ada lagi di bumi ini
Setelah ratusan sudah tahun berlalu
Aku masih mengenal engkau wahai tuhanku
Engkau adalah zat dari segala zat
Raja dari segala raja
Mau engkau tak bisa lagi aku tentang
Ketika hidupku, matiku, hidupku, lalu kematianku
Hingga sampai lagi aku kembali padamu

Kamis, 19 Agustus 2010

˙·٠•●♥ Kata Mutiara Untuk Cinta ♥●•٠·˙

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.:

“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanah nyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, Maka tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji."
Hamka

"Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat."
Hamka

"Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya."
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

"Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya."
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

"Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya."
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

"Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu.
Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu."

Ali bin Abi Thalib

"Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai."
A’idh Al-Qorni

“Ya..rasulullah engkaupun di tegur Allah… sebab jika tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri, walaupun engkau sangat ingin berbuat demikian, karena itu Hamba mendapat nasihat mudah2an aku tidak terlalu cenderung mengurusi (kepada yang Aku cintai) jika mereka dilanda kecemburuan, sehingga Aku tidak membiarkan yang lain terkatung-katung.
Dan semoga Hamba bisa mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari berpilih kasih,
maka, berikan hamba kesempatan untuk berbenah diri.
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Wisnu Wais AlQorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam, yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya menjalani ini, dan memberikan manfaat kepada yang membaca…Amin…

˙·٠•●♥ Adakah Cinta Suci Itu ♥●•٠·˙

CINTA, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih….hmmm..melelahkan..!!
Cinta juga adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia.
Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta juga bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia,

Ketika Cinta Bertasbih:
Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.
Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri,
dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil.

Seperti sabda Rasulullah saw. "hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar."

Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cinta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta yang berdasarkan Cinta kepada Allah. Bentuk cinta ini mudah²an dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena ingin menggapai ridha-Nya…..”hmmm… bener juga yach….”

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.),niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.
(Ali Imran: 31)


“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”
(HR. At Tirmidzi)


So’ siapa takut dengan cinta?... jika memang sudah di dasari Cinta kepada Allah,
bisa jadi inilah yang di sebut dengan cinta suci bersih dan murni..yang sesuai dengan fitrahnya Cinta itu sendiri…ga masalah itu mesti berpoligami, atau di poligami niatkanlah hanya bertujuan karena Allah saja….

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".
(Al An’aam :161 )

Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
(Al An’aam :162 )

tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
(Al An’aam :163 )


Gimana dengan kamu….Beranikah…???

˙·٠•●♥ “Senyumlah Nak”



__̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__
6 juni 2010

Ananda. Aku tau, hatimu piluh,sedih dan terluka,…
aku teringat dimana ketika waktu, disaat² keceriaanmu, membelai dan mengusap di seluruh relung² dalam hati dan jiwa yang memandangmu...
“Nak, tau kah engkau,”…
betapa hati ini perih dan tiada dapat berbuat apapun, tatkala melihat engkau terbaring hanya kaku. Diam, hanya menunggu rahmat Allah diatas pembaringan,…

kamu bilang padaku, “pak,..boleh ku minta sesuatu”…
“boleh nak, ucapan lirih sahdu ku lafadzkan buatmu.
Engkau bilang “doain aku ya…pak”
“Allah,….nak, tau kah engkau, “….disaat² ku dengar permohonan mu itu.?
Sampai detik ini masih selalu terngiang di telinga hati dan ingatanku.

Nak pada detik² waktu engkau ucapkan itu,
“rasa hatiku menggetar, merinding,…luluh, piluh lalu menjadi hancur..."
Airmataku pun menetes tak tahan aku memandang wajahmu dan hatiku terasa nyeri…
Aku bilang “ Nak, Cuma itukah permohonanmu dariku”?
Dan engkaupun Cuma bilang, “iya ...bapak. Zaid “Cuma ingin do'a bapak aja”.
kamu bilang lagi “pak, ini adalah hadiah ulang tahun ter indah yang Aku inginkan dari bapak”

“ya Rabb”...
"Wahai...Anandaku sayang,... Maaf kanlah bapak nak, sepertinya saat² seperti ini, Aku tak dapat berikan sebuah hadiah seperti sediakala perayaan yang sering di adakan kebanyakan dari teman² sebayamu nak”

Dan engkau hanya tersenyum,..lalu menidurkan kembali tubuhmu, di atas pembaringanmu….
Dalam, pilumu,dalam ketiada berdayaanmu, dalam derita yang engkau jalani, dalam sakitmu, kamu bilang…”Allah...Aku sayang bapak”….
“subhanallah”,…tak tahan dengar ucap lirihmu, yang indah namun menguras tenaga di dalam sakitmu itu
Dan Aku katakan, demikian juga diriku anandaku,…”Nak Allah juga sayang padamu”…
dan cepat, cepatlah,... tersenyum kembali nak. akan ku ajak engkau bermain mengukir nama² Allah kembali...seperti sedia kala dalam hari² mu juga dengan kisah² ku,.. Amin…

Doa ku buatmu ananda ;
Allah,… sekiranya daratan, langit, dan lautan ini kepunyaan ku saja,
sungguh akan aku berikan kepada anak ini. Dan sekiranya suatu amal kebajikan bisa di hadiahkan buatnya Akan aku berikan juga,. Allah engkau yang memeliharanya sejak dia belum ada hingga ada, dan sampai akan tiada kembali.

“Allah, Tuhanku inilah, Aku Hambamu, yang bermohon buatnya.
Wahai…Allah Tuhanku,...
janganlah sekiranya pernah engkau pergi meninggalkan dirinya, juga diri hamba ;
bimbinglah ia dalam keadaan apapun, Dan Angkatlah ia kederajat seperti orang² yang engkau muliakan serta yang engkau anugrahi nikmat kepada mereka…


"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"
"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"
"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"

Allahumma shalli ‘ala (sayyidina) Muhammad, wa ‘ala alihi wasahbihi ajmain…Amin

Sabtu, 14 Agustus 2010

•.¸¸.•´¯`•.♥.• Kulafadzkan Rindu & Cinta •.♥.•´¯`•.¸¸.•.

Aku adalah sesuatu asa yang tersimpan di lubuk hati yang lama menghilang.
Yang terpisah dan menjauh dari cahaya merah kuning yang panas
Hawanya terlalu pedih tuk aku rasakan, dan terlalu panas jika ku sentuh
Allah, sudah cukupkah ku menyepi dari segala kerinduan yang ku tahan ?

Sudah cukup pulakah rasanya kelupaanku, pada bunga yang kutanam dulu.
dan sudah turunkah hujan berkah itu ?
Aku coba keluar dari tempat persembunyianku,
dan mulai melanjutkan perjalanan hatiku yang penuh ilalang dahulu.

Kuharap aku akan menemui jalan yang lurus,
dan menemukan sungai yang mengalir jernih suci,
yang menghilangkan rasa dahagaku yang panjang.
Aku menuju muara yang bisa membuatku menjadi sakral dalam perjalananku
Atau seperti kapal yang akan berhenti berlayar
Namun lautan Rohman~rahim mu yg membuat ku enggan berhenti.

Allah,... cukup lama kiranya, asaku di dalam kesunyian itu
Cukup lelah menanti sebuah kepastian
Engkau yang Maha Mengetahui dan engkau yang maha memiliki.
Taqdirkan kiranya aku menuju muara itu
Hingga tak henti kening ku menyentuh bumimu,
Sebagai wujud syukurku padamu

Allah,... aku pernah meneteskan air mataku di suatu lembah.
yang mengalirkan air mata luluhku.
Mungkin, di saat aku menemukannya kembali.
Di situlah aku menghentikan rindu & cintaku padamu.


Allahumma sholi'ala (sayyidina) MUHAMMAD.

Rabu, 11 Agustus 2010

̡ ̴̡ı̴̡_Calon & PENDUDUK SYURGAWI̡_̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.



neng,…tau ga…??
alangkah betapa indahnya jika dirimu ditutupi rapat, selain cuaca ini panas, dan terkadang dingin sampai menusuk kedalam tulang.
nanti kulitmu yang aduhai… itu, jadi ga indah lagi.
Coba deh perhatikan Rambut mu yang indah itu, juga sebaiknya di selimuti dengan kain~kain yang indah.
“Kamu itu indah loh,..percaya deh….”
Lebih indah lagi jika dirimu yang indah itu. ga seharusnya diobral murah.
Lalu di lihat mata yang jalang.
Neng…tau ngga..?
kamu itu bagaikan laksana mutiara- mutiara yang tersimpan dengan baik. Seharusnya kamu tidak mendengar yang di dalamnya perkataan yang sia-sia. dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. akan tetapi mendengar ucapan salam.
Neng…
Tuhan itu membiarkan dua lautan mengalir. yang keduanya kemudian bertemu. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Nah neng…
Laki~laki yang soleh, semestinyalah berhak mendapatkan dirimu. Begitu juga sebaliknya dirimu.
“Jangan sampe deh, ya”….!!?? Kamu yang indah ini, malah dapet suami yang ngga~ngga.
Bagi mereka yang sudah terlanjur memiliki pasangan hidup.
masing~masing,Buatlah syurga di dalam rumahmu itu dengan lemah dan lembut,
juga dengan kesolihan hati. sebab Allah bersama orang2 yang hatinya senantiasa lembut karena Allah.
orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu nya mengikuti mereka dalam keimanan, akan di hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,
dan Allah tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.
Tiap-tiap manusia itu terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Allah, memberi balasan kepada siapa saja mereka yg beriman.
karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.
“Waaaah….pokoknya ga bakalan sedih lagi deh”…
di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan~dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.
Orang~orang soleh itu termasuk pada Golongan kanan
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
dan segolongan besar lagi dari orang yang sekarang juga kemudian.
sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli lhoo”…
“Subhanalloh…ckckckck”…??
alangkah bahagianya golongan kanan itu.
Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah,
di beri buah-buahan yang banyak,
yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
serta daging yang mana dia suka halal dan bersih.
Mereka di berikan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Sesungguhnya Allah menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,
dan Allah jadikan mereka gadis-gadis perawan, yang tiada pernah tersentuh sebelumnya, yang penuh cinta lagi sebaya umurnya,
“ siapa ya…bidadari dan yang di hadiahi bidadari bermata jeli itu”…?

Ada tips dari seorang sahabat :
Setiap insan pasti sangat mendambakan syurga, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dan tentunya untuk bisa menggapai syurga dibutuhkan perjuangan, kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan dalam berbuat baik serta memperbaiki diri untuk semakin menjadi lebih baik. Berikut beberapa poin yang Insya Allah akan menjadi tuntunan bagi kaum Hawa yang sangat mendambakan syurga dan bagi kaum Adam yang juga sangat mendambakan bidadari penghuni syurga kelak. Amiiin.
1.Ridho dengan suami yang dijodohkan oleh Allah SWT.
2.Menjadi istri yang setia kepada suaminya dikala senang dan susah.
3.Selalu memohon maaf kepada suaminya.
4.Senantiasa mendahulukan suami dalam segala keadaan.
5.Senantiasa menghibur hati suami terutama bila suami dalam kesusahan.
6.Bila dipandang suami senantiasa menyenangkan.
7.Melembutkan pandangan dan tunduk apabila dihadapan suami.
8.Tidak pernah menolak apabila disentuh suami kapanpun ia perlu.
9.Tidak berkhianat terhadap harta, perkara dan sebagainya tatkala suami tidak ada.
10.Senantiasa hormat kepada suami dan ibu/bapak serta keluarga suami.
11.Selalu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan untuk suami.
12.Selalu bersih dan bersolek untuk membahagiakan hati suami bila dipandang.
13.Tidak pernah menunjukkan wajah yang muram dan berlaku kasar kepada suami.
14.Menyambut pulangnya suami dengan senyum dan mencium tangan suami.
15.Tidak pernah keluar rumah tanpa izin suami.


“Cobadeh Tanya hati kamu…mau ga”…???

Selasa, 10 Agustus 2010

̴̡ı̴̡_Do'a Wisnu Wais Al_Qorni__̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.

bintang itu,....
bagai kan, para sahabat mu wahai rasulku.
takmungkin bisa mencapainya jika tanpa cinta kepadamu.
wahai Allah tuhan ku,...jadikanlah aku orang,yang pertama~tama berserah diri kepadamu.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna Muhammadar Rasuuluullah.
Allahumma shalli'ala sayyidinaa Muhammad.



Wahai…Allah tuhan ku, ini lah aku hamba mu, yang memohon ampunan darimu.
Yang mengharap kan belay kasih dan sayang mu,yang merindukan sinar suci dari mu.
Wahai… Allah tuhan ku, inilah aku hambamu ,aku menyerah meratap dan menangis di hadapmu. Ampuni lah segala dosaku wahai Allah tuhanku, semua dosaku yang lalu, yang kemarin, SEKARANG dan bahkan mungkin dosa yang akan datang, yang akan datang dan yang akan datang.

Wahai… Allah tuhan ku, inilah aku hamba mu. yang memohon pertolongan dan kasih sayang mu, angkat lah drajat kami, rahmatilah kami & karuniakanlah dan hiasilah kami ini dengan ilmu² mu, & jadikanlah kiranya Cahaya di atasku, di bawah ku, di depan ku, di belakang ku, samping kanan & samping kiri ku. Datangkan lah & sampaikan lah kiranya rizki hamba yang masih di langit, yang masih di dalam bumi, yang masih di depan ku, di belakang ku, samping kanan & samping kiri ku.

Wahai… Allah tuhan ku, datangkan dan gerakanlah orang-orang dari tiap-tiap penjuru kepadamu. Wahai…Allah tuhan ku, Lancarkanlah Urusan kami, & jadikan lah Urusan kami adalah suatu jalan ibadah kami padamu ya… allah...

Wahai… Allah tuhanku, halalkanlah rizki yang telah engkau berikan pada kami, apabila ada zat-zat yang haram di dalam nya. Dan berikan lah kiranya ke berkahan zat-zat di dalamnya.

Wahai… Allah tuhan ku, berikan lah kiranya simpati dan kasih sayang
mahluk-mahluk mu yang ada di sekitar ku, & jauhkan lah hamba dari segala bala & marabahaya dari pada perbuatan hamba dan mahluk-mahluk mu.
Dan berikan lah kami kirannya keselamatan, dan kesehatan dan kesejah teraan lahir batin,batin lahir, dunia akherat, akherat dunia kami ya…Allah.
Pada diri kami, putra kami, istri kami, keluarga kami, sahabat-sahabat kami, dan Orang-orang yang bersama-sama kami dan Orang-orang setelah kami.

Wahai…Allah tuhanku cukupkan lah, kiranya rizki kami pada esok hari dari paginya siangnya, malam nya, dan esok harinya dan seterusnya sampai akhir hayat.
dan jangan Wafatkan diriku, kecuali dalam keadaan Islam

Wahai… Allah tuhan ku, kabulkan lah doa kami,dan sampaikan lah salam kami pada rosul kami,kang jeng Nabi Muhammad S.A.W., pada keluarganya, pada sahabatnya, pada para nabi dan rosul mu, pada para malaikat mu, para wali mu, para syaikh mu, para tabi`in mu,mutabi`in mu, kaum muslimin wal muslimat, mu`minin wal mu`minat, pada karuhun kami dari ibu, dari bapak, dan juga karuhun dari ibu & bapak dari istri kami yang beriman kepadamu, sampai kepada bapak ADAM dan IBU HAWA.
Wahai, allah tuhan kami, limpahkanlah ampunan dan rahmatmu pada orang-0rang sebelum kami, dan sesudah kami, dan yang sezaman dengan kami, khususon muslimin,wal muslimat, mu’minin,wal mu’minat. Alfatihah

Senin, 02 Agustus 2010

insan bernama “MUHAMMAD”



Di balik kehidupan insan bernama
“MUHAMMAD”

Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh istrinya.
Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga, maupun untuk di jual.
Setiap kali pulang kerumah, bila di lihat tiada makanan yang sudah di masak untuk di makan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur.

Sayidatina ‘Aisyah menceritakan :
“Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.
Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat bersiap berangkat ke masjid,
Dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”


Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar pada waktu itu, tetapi dilihatnya tiada apapun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerena sayidatina ‘Aisyah belum kepasar.
Maka Nabi bertanya : “ Belum ada sarapan ya humairah ?” ( Humairah adalah panggilan mesra untuk sayidatina ‘aisyah yang berarti wahai yang kemerah merahan )

‘Aisyah menjawab dengan agak serba salah dan malu, “ Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.”

Rasulullah lantas berkata, “ Kalu begitu aku puasa saja hari ini .”
Tanpa sedikit pun rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda “ Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginga sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi Imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun, ke satu rukuna yang lain amat sukar sekali.
Dan mereka mendengar bunyi yang menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda bergeser antara satu sama lainnya.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu, langsung bertanya setelah selesai sembahyang :
“ Ya Rosululloh, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah tuan sakit?” “ Tidak ya, Umar. Alhamdulillah Aku sehat dan Segar.”
“ Ya Rosululloh...mengapa setiap kali tuan menggerakan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?”
Kami yakin engkau sedang sakit...” ( desak Umar penuh cemas)

Akhirnya Rosululloh mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar.
Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali beliau menggerakan tubuh nya.
‘ Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami akan mendapatkannya buat engkau ya rosulullah?”

Lalu baginda menjawab dengan lembut., “Tidak wahai para sahabatku, Aku tahu apapun akan engkau korbankan demi rosullmu. Tetapi apalah yang akan ku jawab nanti, di hadapan Allah. Apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “ Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak akan ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di akhirat kelak.”

Baginda pun pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah orang tua yang penuh dengan kudis, miskin dan kotor.
Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya di rampas dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan beliau membasuh tempat yang di kencingi si badwi di dalam masjid, sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.
Kecintaannya yang tinggi terhadap Allah SWT dan rasa kehambaan dalam Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan atau ( Bos).
Seolah-olah anugrah kemuliaan dari Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.
Ketika pintu sorga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi di malam hari, terus-menerus beribadah.

Hingga pernah beliau terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Sebab fisiknya sudah tidak sanggup menahan keinginan jiwanya yang sangat tinggi.

Bila di tanya oleh sayidatina ‘Aisyah,
“ Ya Rosulullah, bukankah engkau telah di jamin syurga?
Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”
Jawab baginda dengan lembutnya
“ Ya, ‘Aisyah, bukan kah aku ini seorang hamba?
Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”