Wahai.. Allah Tuhanku...
Terimakasih telah engkau tunjukan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku.
Terimakasih wahai Ayah...
yang sudah membesarkan aku sejak kecil juga yang sudah mengasuhku dengan sabar.
yang selalu membimbingku untuk selalu berada dijalanNya.
Selamat jalan wahai Ayahku sayang....
semoga di malam pertama ini, Ayah sudah berada di pangkuanNya dengan penuh senyum....
ananda sudah ikhlas
ananda sudah ridho
wahai Ayahku sayang,...
kan ku iringi Ayah dan ibu selalu di setiap hembusan nafasku, di setiap ingatanku kepadaNYA,
dimana di saat² aku mendoa buat Ayah dan ibunda sayang
Engkau akan selalu hidup dan selalu akan hidup.
di hatiku,...
di setiap ingatan,...
di setiap memory indah, disaat-saat bersama Ayahanda juga ibunda...
Selamanya...
Salamun qoulammirrobbirrohim
dari anandamu
Wisnu Wais AlQorni
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Tafakur untuk meraih Taufik dan HidayahNYA...dan semoga menjadi suatu ladang ibadah dengan Ikhlas mengharap RidhaNYA dengan Perendahan diri dan Hati KepadaNYA
Tampilkan postingan dengan label musim gugur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musim gugur. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Januari 2019
Sabtu, 12 Februari 2011
Ruang kebahagiaan dan kesedihan ♥●•٠·˙
Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan
Namun, ia tetap diam, belum banyak belajar apa yang dikatakan hidup.
terkadang seperti sendiri, terkadang seperti orang asing,
Terkadang seperti air mata, seperti tertawa, seperti sungai,
Terkadang seperti haus, adalah bagaimana tampaknya.
Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan.
Namun, ia tetap diam. dan belum mengetahui
Apa yang dikatakan hidup
adalah suara lembut dikeheningan Hidup adalah berkat Tuhan Tidak seorangpun yang menyentuh dan melihatnya dan Ini adalah aroma pengalaman, ini adalah wangi angin Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan Namun, ia tetap diam belum banyak belajar Apa yang dikatakan hidup
Berbicara dengan hati, mendengarkan dengan hati Dunia mungkin mengatakan apapun, untuk melepaskan pikiran dunia yang Menghiasi mereka pada bulu mata Anda, bermimpi dan gemerlap Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan
Namun, ia tetap diam. Belum banyak belajar Apa yang dikatakan hidup kehidupan Apa ? dan Apa yang akan dikatakan hidup
Namun, ia tetap diam, belum banyak belajar apa yang dikatakan hidup.
terkadang seperti sendiri, terkadang seperti orang asing,
Terkadang seperti air mata, seperti tertawa, seperti sungai,
Terkadang seperti haus, adalah bagaimana tampaknya.
Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan.
Namun, ia tetap diam. dan belum mengetahui
Apa yang dikatakan hidup
adalah suara lembut dikeheningan Hidup adalah berkat Tuhan Tidak seorangpun yang menyentuh dan melihatnya dan Ini adalah aroma pengalaman, ini adalah wangi angin Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan Namun, ia tetap diam belum banyak belajar Apa yang dikatakan hidup
Berbicara dengan hati, mendengarkan dengan hati Dunia mungkin mengatakan apapun, untuk melepaskan pikiran dunia yang Menghiasi mereka pada bulu mata Anda, bermimpi dan gemerlap Inilah ruang kebahagiaan dan kesedihan
Namun, ia tetap diam. Belum banyak belajar Apa yang dikatakan hidup kehidupan Apa ? dan Apa yang akan dikatakan hidup
Rabu, 09 Februari 2011
IZRAIL itu, Tak terbatas Oleh Ruang & Waktu
Akan Aku ceritakan buat mu wahai Ananda…
Waktu itu tgl 19 Januari 2011 di sepertiga malam.
tepatnya 15 Shafar 1432H
Melihat, menyaksikan, dan mendengar
tentang orang meninggal, memanglah sudah sering aku merasakannya.
Tetapi tak segentar dan tak sedahsyat pengajaran Allah kepadaku melalui Bapakku.
Sedihnya hanyalah berlalu dalam 7 hari saja.
Perasaan itu sedih, bercampur bahagia. di saat sebelum dan sesudahnya bahwa Ayahku sudah meninggal. sebab itu akan membebaskan beliau dari duniawi yang fana ini. Duniawi Yang penuh dengan Angan, Mimpi, derai air mata, bahkan kesunyian, sunyi jauh dari orang-orang yang soleh, yang berpegang Teguh pada ke Imanan ke pada ALLAH dan RasulNYA.
“Mungkinkah begitu juga kelak untukku nanti ?” Suatu kebahagiaan tersendiri dimana nanti saat ajalku tiba. yang menghantarkan diriku tuk bertemu dengan wajahNYA yang abadi, yang serasa sudah cukup lama ku merindui. Yang WajahNYAtak dapat terlukiskan dengan sehebat apapun Lukisan di dunia ini. Tak bisa tertuliskan dan tak dapat di terjemahkan, bahkan tak bisa di bicarakan dengan ucap dan kata-kata serta Bahasa. Sebab hanya diri masing² ini sajalah yang tau pasti dan memahami Pada saat sekarang atau saat nanti…
Ananda ketahuilah, Beliau ga banyak bicara,..seperti yang sering engkau saksikan dan ketahui sendiri, di mana di saat masa beliau masih ada di duniawi ini. kebanyakan yang di ucapnya hanya solawat, ya Allah, subhanallah, dan istigfar. Dan sekali-kali ia mencium pipimu. Anandaku tahukah kamu? Nasehat yang sering aku perhatikan darinya kebanyakan hanya dari perbuatan dan dzikirnya, sehari2nyalah yang seolah sedang mengajari aku. Dan itu semua belum bisa aku fahami, semasa beliau masih jumeneng (hidupnya).
Sewaktu aku menjenguk beliau, beliau pegang erat tanganku
dan kulihat airmatanya menetes.
Dia bilang “dede, bapak sakit sudah 4 hari ga mau makan, lidahku pahit”
Kutanya kenapa pak? Kenapa ga makan…?
Kita kedokter yuk..pak,? waktu itu untunglah masih kupegang uang Pemberian dari sahabatku dari Duri Riau
Bapak bilang, ga usah kedokter dek “lidah bapak terasa pahit, tolong bapak hanya ingin makan buah sirsak, di campur gula kelapa.” Tak banyak fikir langsunglah, kupetik buah sirsak,..di campur gula kelapa.
Saat itu dihabiskannya dengan lahap, “sudah,..sudah ku bilangkan” bapak agar mau makan, tapi apalah daya aku tak berani memaksa nya, apa lagi membentaknya agar mau makan.
Akhirnya berhasil Aku membujuk bapak mau kedokter.
Di Dokter di katakan bapak mesti di rawat melalui rujukan dokter.
Bahwa perkiraan dokter, kalolah bapak sakit lambung bocor,..di sebabkan banyak konsumsi Obat warung,,semacam remasil dsb…Allahu Akbar kaget bukan kepalang.
Kalaulah aku tahu ia mengalami lambung bocor tak mungkin ku berikan Buah sirsak yang mengandung Asam, namun Aku tersadarkan bahwa di balik ini semua adalah jalan Allah menghamparkan bermacam 1001 jalan untuk menujuNya. sebagai pelanjut perjalanan manusia, untuk hidup setelah Matinya, dari Dunia yang fana ini.
Sesampai di RS. Waktu itu, ku sms sahabatku di Duri…tuk minta dorongan Doa darinya. bapakku masih sadar. sampai 15 menit menuju sakaratul mautnya pada hari yang ke 7nya.
beliau tidak makan dan minum. 4 hari di rumah, dan 3 hari di RS.
Dan Dokterpun sudah tidak sanggup untuk mangadakan Oprasi. sebab bisa jadi sewaktu oprasi, bapak kami meninggal dalam Oprasi tersebut. dan begitulah pendapat mereka.
Dari sejak dapat do’a sms dari Sahabatku itu, terus ku baca do’a yang di SmSkan darinya buat bapak. dan Sampai akhirnya, sudah ke 7 harinya ayah sakit berbaring di RS. Aku juga sudah tak tahan melihat keadaan bapakku, dengan perut yang kembung, menahan sakit. berjaga di RS sendiri tiap malam. Dibalik itu Aku perhatikan, sungguh ruarr… biasa yang Allah ajarkan kepadaku melalui beliau, ia tak pernah mengeluhkan sakitnya, tiada terdengar kata Aduh..dari ucapannya.
Bahkan selalu mengingatkan bila adzan berkumandang di RS Banjar kepadaku, walau dalam keadaan sakit di perutnya yang amat sangat itu.
Sakit itulah mungkin jalannya beliau untuk meneruskan perjalananNYA yang mendadak tiba2 sakit. Sakit yang tadinya ga ada, jadi ada semua. sakit liverlah, disusul Ginjallah, di tambah lambung bocorlah,..”hiks ya robb..”
Pas pada hari ke 7 beliau sakit. malamnya saya minta idzin pada bapak, mau ke mushola RS, untuk shalat. waktu itu kira² jam 11 malam.
Beliau Tanya, mau shalat apa dek? Saya bilang shalat Wali daen pak.
Bapak Cuma bilang “owh…” trus senyum sambil anggukkan kepalanya.
Miris sekali keadaannya saat itu, badannya panas, hidungnya di selang sampai ke lambung, di tambah selang oksigen, tempat pipis juga di selang. Di tambah infus kiri & kanan.
Anandaku sayang…
Di musola itulah, rupanya setelah Aku adakan Ritual shalat. dan yang ditruskan membaca surah Al MULK dan YASIN. di tambah do’a yang di SmSkan dari Sahabatku. lalu ku tiupkan ke Air AQua, berharap akan ada perubahan untuk hamba Allah Bapakku. Di mushola itulah Aku merasa aneh, kenapa aku menangis bahagia. "Bukankah menangis itu sebuah kesedihan...?"
Singkat cerita, saya kembali ke kamar bapak di RS.
Lalu saya bilang ke Bapak ” pak saya sudah ikhlas, beliau senyum lagi dan sempat minta Air do'a tadi.
taukah nak ? bukan segelas yang ia pinta, namun cukup dengan takaran tutup botol AQua. dan itupun tak habis ia minum.
Itulah saat terahir Beliau pejamkan matanya 15 menit kurang lebihnya, dan ia sudah ga pedulikan aku lagi.
ia khusuk dan sibuk dengan lafadz ((ALLAH))nya yang spontan keluar dari Ucapnya. Seolah sudah tidak sadarkan lagi..
Aku panik, laluku panggil bapak,..."jangan2, bapakku sudah sakaratul maut...?"
sebab kakinya mulai dingin perlahan Naik ke atas sampai ke dadanya, aku lihat keningnya penuh dengan keringat.
Tapi ia sempat menjawab. Saat itu juga langsung saja aku duduk mendekati sekali Beliau. dan kepalanya beliau kusandarkan di lenganku, sambil mengikuti ucapannya Allahu,.. Allah..
(seharusnya saya waktu itu yang bimbing beliau) untuk lafadzkan Lailahailallah,
Cuma Aku sudah keburu panik.
“jadinya Allah, Allah saja yang saya ucapkan nak,…”.
Aku coba buka paksa matanya, dan aku lihat matanya menatap kedepan, tapi tertutup. ya sudah aku tutup lagi matanya. dan terus ucapkan Allahu,Allah...
Dan saya berdoa seperti kebiasaan Sahabatku itu.
dengan Alfatehah (yang Sahabatku sering ajarkan kepadku)
Pada menit² dan detik² terakhir itulah aku berdo’a
“ya izrail janganlah cabut nyawa bapakku terlalu sakit, pelan-pelan saja. Alfatehah…”
Setelah 3menit kemudian. kiranya badan bapakku seperti di rangkul dari depan, dan itu bisa kurasakan ada izrail yang mengangkat badannya dari depan, padahal Bapakku benar² sudah sakaratul maut. Jangankan untuk bangun, menggerakan tangannyapun sudah tiada daya . Waktu itu aku benar² rasakan, saat izrail merangkul bapak (Kakekmu) MUHAMMAD SOHEH.
Dan sewaktu itulah lafadz terakhir yang ia Ucapkan ((ALLAH)) dan lalu STOP. berhentilah bibir beliau, bibirnya sudah tak bergerak lagi, mulutnya tertutup. dan sudah tak terdengar lagi suaranya.
Wahai Anandaku sayang,...
ternyata kakekmu sudah tiada, sudah kembali ke Rahmatullah...
Anandaku...
Saat itu aku memanglah tidak melihat izrail, tapi aku bisa merasakan bahwa dia adalah izrail. ia ada di depan bapakku sampai bapak seperti di rangkul seperti itu, yang seolah ia bagun dari tidurnya…dengan lafad (((ALLAH))) terakhirnya.
Lalu jasadnya jatuh lagi di pangkuanku,...
”ya Allah ya Robb”... semoga saja kejadian ini bukanlah suatu kejadian yang tidak baik. yang pernah Allah berikan pengajaranNYA kepadaku, dan yang telah di perlihatkanNYA ke padaku, dan yang dapat kurasakan itu secara langsung di Hadapanku, dimana saat-saat bapakku pergi meninggalkanku untuk selamanya, untuk Selamanya....
Anandaku,..ketahuilah
Ternyata IZRAIL pun tak terbatas Oleh Ruang dan Waktu.
maka itu, kelak jika engkau sudah mengerti, memahami...
Persiapkanlah bekalmu sejak dini. banyak, seeebanyak²-banyaknya.
dan jika suatu kelak bila Ajalku lebih mendahuluimu...
Doakanlah Aku selalu...seperti Aku yang selalu mendoakan kedua Orang Tuaku...
Ayahandamu..
Wisnu Wais AlQorni.
Waktu itu tgl 19 Januari 2011 di sepertiga malam.
tepatnya 15 Shafar 1432H
Melihat, menyaksikan, dan mendengar
tentang orang meninggal, memanglah sudah sering aku merasakannya.
Tetapi tak segentar dan tak sedahsyat pengajaran Allah kepadaku melalui Bapakku.
Sedihnya hanyalah berlalu dalam 7 hari saja.
Perasaan itu sedih, bercampur bahagia. di saat sebelum dan sesudahnya bahwa Ayahku sudah meninggal. sebab itu akan membebaskan beliau dari duniawi yang fana ini. Duniawi Yang penuh dengan Angan, Mimpi, derai air mata, bahkan kesunyian, sunyi jauh dari orang-orang yang soleh, yang berpegang Teguh pada ke Imanan ke pada ALLAH dan RasulNYA.
“Mungkinkah begitu juga kelak untukku nanti ?” Suatu kebahagiaan tersendiri dimana nanti saat ajalku tiba. yang menghantarkan diriku tuk bertemu dengan wajahNYA yang abadi, yang serasa sudah cukup lama ku merindui. Yang WajahNYAtak dapat terlukiskan dengan sehebat apapun Lukisan di dunia ini. Tak bisa tertuliskan dan tak dapat di terjemahkan, bahkan tak bisa di bicarakan dengan ucap dan kata-kata serta Bahasa. Sebab hanya diri masing² ini sajalah yang tau pasti dan memahami Pada saat sekarang atau saat nanti…
Ananda ketahuilah, Beliau ga banyak bicara,..seperti yang sering engkau saksikan dan ketahui sendiri, di mana di saat masa beliau masih ada di duniawi ini. kebanyakan yang di ucapnya hanya solawat, ya Allah, subhanallah, dan istigfar. Dan sekali-kali ia mencium pipimu. Anandaku tahukah kamu? Nasehat yang sering aku perhatikan darinya kebanyakan hanya dari perbuatan dan dzikirnya, sehari2nyalah yang seolah sedang mengajari aku. Dan itu semua belum bisa aku fahami, semasa beliau masih jumeneng (hidupnya).
Sewaktu aku menjenguk beliau, beliau pegang erat tanganku
dan kulihat airmatanya menetes.
Dia bilang “dede, bapak sakit sudah 4 hari ga mau makan, lidahku pahit”
Kutanya kenapa pak? Kenapa ga makan…?
Kita kedokter yuk..pak,? waktu itu untunglah masih kupegang uang Pemberian dari sahabatku dari Duri Riau
Bapak bilang, ga usah kedokter dek “lidah bapak terasa pahit, tolong bapak hanya ingin makan buah sirsak, di campur gula kelapa.” Tak banyak fikir langsunglah, kupetik buah sirsak,..di campur gula kelapa.
Saat itu dihabiskannya dengan lahap, “sudah,..sudah ku bilangkan” bapak agar mau makan, tapi apalah daya aku tak berani memaksa nya, apa lagi membentaknya agar mau makan.
Akhirnya berhasil Aku membujuk bapak mau kedokter.
Di Dokter di katakan bapak mesti di rawat melalui rujukan dokter.
Bahwa perkiraan dokter, kalolah bapak sakit lambung bocor,..di sebabkan banyak konsumsi Obat warung,,semacam remasil dsb…Allahu Akbar kaget bukan kepalang.
Kalaulah aku tahu ia mengalami lambung bocor tak mungkin ku berikan Buah sirsak yang mengandung Asam, namun Aku tersadarkan bahwa di balik ini semua adalah jalan Allah menghamparkan bermacam 1001 jalan untuk menujuNya. sebagai pelanjut perjalanan manusia, untuk hidup setelah Matinya, dari Dunia yang fana ini.
Sesampai di RS. Waktu itu, ku sms sahabatku di Duri…tuk minta dorongan Doa darinya. bapakku masih sadar. sampai 15 menit menuju sakaratul mautnya pada hari yang ke 7nya.
beliau tidak makan dan minum. 4 hari di rumah, dan 3 hari di RS.
Dan Dokterpun sudah tidak sanggup untuk mangadakan Oprasi. sebab bisa jadi sewaktu oprasi, bapak kami meninggal dalam Oprasi tersebut. dan begitulah pendapat mereka.
Dari sejak dapat do’a sms dari Sahabatku itu, terus ku baca do’a yang di SmSkan darinya buat bapak. dan Sampai akhirnya, sudah ke 7 harinya ayah sakit berbaring di RS. Aku juga sudah tak tahan melihat keadaan bapakku, dengan perut yang kembung, menahan sakit. berjaga di RS sendiri tiap malam. Dibalik itu Aku perhatikan, sungguh ruarr… biasa yang Allah ajarkan kepadaku melalui beliau, ia tak pernah mengeluhkan sakitnya, tiada terdengar kata Aduh..dari ucapannya.
Bahkan selalu mengingatkan bila adzan berkumandang di RS Banjar kepadaku, walau dalam keadaan sakit di perutnya yang amat sangat itu.
Sakit itulah mungkin jalannya beliau untuk meneruskan perjalananNYA yang mendadak tiba2 sakit. Sakit yang tadinya ga ada, jadi ada semua. sakit liverlah, disusul Ginjallah, di tambah lambung bocorlah,..”hiks ya robb..”
Pas pada hari ke 7 beliau sakit. malamnya saya minta idzin pada bapak, mau ke mushola RS, untuk shalat. waktu itu kira² jam 11 malam.
Beliau Tanya, mau shalat apa dek? Saya bilang shalat Wali daen pak.
Bapak Cuma bilang “owh…” trus senyum sambil anggukkan kepalanya.
Miris sekali keadaannya saat itu, badannya panas, hidungnya di selang sampai ke lambung, di tambah selang oksigen, tempat pipis juga di selang. Di tambah infus kiri & kanan.
Anandaku sayang…
Di musola itulah, rupanya setelah Aku adakan Ritual shalat. dan yang ditruskan membaca surah Al MULK dan YASIN. di tambah do’a yang di SmSkan dari Sahabatku. lalu ku tiupkan ke Air AQua, berharap akan ada perubahan untuk hamba Allah Bapakku. Di mushola itulah Aku merasa aneh, kenapa aku menangis bahagia. "Bukankah menangis itu sebuah kesedihan...?"
Singkat cerita, saya kembali ke kamar bapak di RS.
Lalu saya bilang ke Bapak ” pak saya sudah ikhlas, beliau senyum lagi dan sempat minta Air do'a tadi.
taukah nak ? bukan segelas yang ia pinta, namun cukup dengan takaran tutup botol AQua. dan itupun tak habis ia minum.
Itulah saat terahir Beliau pejamkan matanya 15 menit kurang lebihnya, dan ia sudah ga pedulikan aku lagi.
ia khusuk dan sibuk dengan lafadz ((ALLAH))nya yang spontan keluar dari Ucapnya. Seolah sudah tidak sadarkan lagi..
Aku panik, laluku panggil bapak,..."jangan2, bapakku sudah sakaratul maut...?"
sebab kakinya mulai dingin perlahan Naik ke atas sampai ke dadanya, aku lihat keningnya penuh dengan keringat.
Tapi ia sempat menjawab. Saat itu juga langsung saja aku duduk mendekati sekali Beliau. dan kepalanya beliau kusandarkan di lenganku, sambil mengikuti ucapannya Allahu,.. Allah..
(seharusnya saya waktu itu yang bimbing beliau) untuk lafadzkan Lailahailallah,
Cuma Aku sudah keburu panik.
“jadinya Allah, Allah saja yang saya ucapkan nak,…”.
Aku coba buka paksa matanya, dan aku lihat matanya menatap kedepan, tapi tertutup. ya sudah aku tutup lagi matanya. dan terus ucapkan Allahu,Allah...
Dan saya berdoa seperti kebiasaan Sahabatku itu.
dengan Alfatehah (yang Sahabatku sering ajarkan kepadku)
Pada menit² dan detik² terakhir itulah aku berdo’a
“ya izrail janganlah cabut nyawa bapakku terlalu sakit, pelan-pelan saja. Alfatehah…”
Setelah 3menit kemudian. kiranya badan bapakku seperti di rangkul dari depan, dan itu bisa kurasakan ada izrail yang mengangkat badannya dari depan, padahal Bapakku benar² sudah sakaratul maut. Jangankan untuk bangun, menggerakan tangannyapun sudah tiada daya . Waktu itu aku benar² rasakan, saat izrail merangkul bapak (Kakekmu) MUHAMMAD SOHEH.
Dan sewaktu itulah lafadz terakhir yang ia Ucapkan ((ALLAH)) dan lalu STOP. berhentilah bibir beliau, bibirnya sudah tak bergerak lagi, mulutnya tertutup. dan sudah tak terdengar lagi suaranya.
Wahai Anandaku sayang,...
ternyata kakekmu sudah tiada, sudah kembali ke Rahmatullah...
Anandaku...
Saat itu aku memanglah tidak melihat izrail, tapi aku bisa merasakan bahwa dia adalah izrail. ia ada di depan bapakku sampai bapak seperti di rangkul seperti itu, yang seolah ia bagun dari tidurnya…dengan lafad (((ALLAH))) terakhirnya.
Lalu jasadnya jatuh lagi di pangkuanku,...
”ya Allah ya Robb”... semoga saja kejadian ini bukanlah suatu kejadian yang tidak baik. yang pernah Allah berikan pengajaranNYA kepadaku, dan yang telah di perlihatkanNYA ke padaku, dan yang dapat kurasakan itu secara langsung di Hadapanku, dimana saat-saat bapakku pergi meninggalkanku untuk selamanya, untuk Selamanya....
Anandaku,..ketahuilah
Ternyata IZRAIL pun tak terbatas Oleh Ruang dan Waktu.
maka itu, kelak jika engkau sudah mengerti, memahami...
Persiapkanlah bekalmu sejak dini. banyak, seeebanyak²-banyaknya.
dan jika suatu kelak bila Ajalku lebih mendahuluimu...
Doakanlah Aku selalu...seperti Aku yang selalu mendoakan kedua Orang Tuaku...
Ayahandamu..
Wisnu Wais AlQorni.
Rabu, 10 November 2010
ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡._ Ku cerai kan engkau Serumpun Padi.

السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Kisah dari menTalak dan menuntut.
Sebuah Perjalanan dipenantian Khatulistiwa
2:229. Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang lalim.
Tafsir ::
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi
dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik."
(Awal Ayat 229)
Talak itu bisa dikatakan Lepas dari ikatan, putus Cinta Coy…”heuheu…”
habis pergaulan, bercerai dan berpisah.
mentalak berarti juga ngelepasin dari sebuah hubungan.
Karena, orang kan klo waktu nikah di adakan aqad.
Nah…Sedangkan Aqad bisa juga di sebut ikatan, atau sesuatu peng ijab-qobulan.
(Serah terima diantara Wali, kepada mempelai cowok.)
Dan tentu saja itu mempertandakan jikalau janji sudah diikat.
Dengan talak, berarti ikatan itu sudah di lepas atau di putusin.
Bahtera rumah tangga yang didirikan oleh sepasang sejoli ternyata oleng
“ga tau deh,,,” karena apa. yang jelas tentunya jika rumah tangga sampai oleng, dan sampai kejatuhan lafadz talak, berarti ada sesuatu hal yang terpaksa mesti di tanggal kan dari ikatan cinta nya…”prikitiw”
Yang seperti itu sebaiknya hanya terjadi 2 kali saja.
jika terpaksa harus mengakhiri suatu bahtera rumah tangga.
Dengan ayat ini, sudah tegas deh,,,bahwasanya si Laki-laki ngucapin lafaz talaknya satu kali. Dan terjadilah cerai satu kali juga dong…
Kemudian jikalau kedua belah pihak merasa menyesal.
Merekapun berujuk kembali, “hahay…”
Si Cinta (istri) bergaul lagi sama suaminya.
Ini adalah namanya rujuk. Kalaulah, iddah itu belum lepas.
(Bergaul lagi sebelum masa iddah)
“Naaah…ckckck,,,,” kemudian ga’ au deh.. apa sebabnya akhirnya,
Cerai lagi untuk kedua kali nya….”huuufff,…. cape deh….”
Maka di dalam Ayat ini (((ALLAH))) memberikan Nasehat, sebaiknya hanya dua kali itu ajalah cerainya. Karena bagi orang² yang berfikir dan punya timbang rasa, perceraian pertama adalah menjadi suatu pelajaran atau cermin bahwa cerai yang pertama itu karena belum di fikirin dengan mateng.
Biasanya jikalau kedua insan(cowok sama cewek) terjadi perselisihan salah Faham, itu yang nampak terlihat Cuma salahnya ajah…hehehe..
namun ada juga yang memang terlihat salah…Cuma salah satu pihak bertahan atau mempertahankan demi rumah tangga.
Tapi biasanya,…
jikala sudah bercerai alias putus Cinta ( hubungan atau ikatan).
Teringatlah kembali kebaikan dari tiap diri berdua, maka sebaiknya rujuklah di dalam iddah. (talak yang kedua)
Supaya habis perkara (selesai) dan bisa hidup damai kembali.
Perceraian yang di tentuin masa iddah beberapa lama ini tentunya akan meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa keduanya.
hmm,…kalaulah terjadi lagi perceraian untuk ke 2 kali ini, biasanya berfikirlah keduanya lebih mendalam lagi. Masing² akan merasakan pengalaman yang sudah² hendaklah menjadi sebagai pengajaran.
Lalu apabila hendak rujuk lagi di sarankan rujuklah yang baik, atau secara ma’ruf dan niatkan sungguh² ga’ akan ulangi bercerai-cerai lagi…
“Hehehe…kapok nih ye…!”
2 kali bercerai :: hendaklah cukup sudah sebagai pengalaman yang mencakar jiwa masing², dengan penuh hikmah bahwa jika terjadi kesalahan dan cerai untuk ke 3 kalinya. maka, hindarilah jangan sampai terjadi deh…soalnya (((GAWAT)))
karena jika hal ini sampai terjadi “ckckck...!”
maka ga’ akan bisa di pertemukan lagi alias ga’ akan bisa rujuk lagi.
Karena si Cinta (istri), sudah mesti menikah lagi dengan kumbang yang lain…(mengambil suami dari diri yang lain).
Barangkali dengan yang lain bisa cucok…”gitu Loooh…!”
Si Arjuna pun (suami), bisa memilih istri dari diri yang lain, yang lebih sesuai perangai dan cucok dengan dirinya.
Dalam kalimah “Talak itu dua kali” jelas sudah bahwa maksud dan tujuan Ayat adalah berpisah sampai dua kali. Bukan ngucapin talak dua dalam satu perkara.
Apa lagi jikalau sampai ngucapin “talak tiga sekalian…hahay…”
“itumah lagu talak tilu”, madein.bungsu bandung. “Nyeri..nyeri teuing…”
Oleh karena melafazkan talak 2 atau 3 dalam satu perkara yaitu cerai.
maka akan tetap menghasilkan putus cinta atau pisah satu kali saja. Bukan dua atau tiga kali. Lagi pun perbuatan demikan itu sangat di murkai oleh Rasulullah saw. Karena merobah² peraturan yang sudah ditentukannya.
Di zaman Rasulullah saw dan saiydina Abu Bakar r.a, melafazkan talak 1 atau dua dalam satu perkara hanya dihukumkan satu saja yang jatuh.
Barulah di Zaman saiyidina Umar.ra. bisa dipandang atau di katakan jatuh 2 atau 3. karena kata beliau Orang sudah banyak sangat mempermaikan Talak. Adapun ini adalah sebagai hukuman dari beliau.
Tetapi ijtihaj dari saiyidina Umar ini, bukan lah suatu hal perkara yang mesti di ikutin aja. sebab dari 100 macam ijtihajnya.
“tentunya ada dong…” sesekali nya yang kurang tepat, jikalau di karenakan saiyidina Umar memutuskan perkara talak 2 dan 3 di satu majlis dan di akui jatuh dua dan tiga itu asli dan lebik jelas dan benar, maka niscaya sunah Rasul dan khalifah beliau yang pertama tidak akan di akui kebenarannya.
Di dalam realita kehidupan ternyata, adalah kiranya sebagian hamba yang melafadzkan talak dua atau tiga sekalian. Sebetulnya mungkin saja itu karena dalam keadaan sangat marah, malahan ada pun hamba yang berani melafazkan jatuh talak sebagai contoh :
“ ku ceraikan engkau serumpun padi…! ”.
Maka banyak Ulama Fiqhpun berat hati atas pertimbangan hal ini, bahwasanya talak yang di jatuhkan itu, adalah bisa sejadi-jadinya karena saking sedang Muarah…sangat..!!
Maka talak pun tak dapat jadi sebegitu banyak nya.
Kemudian jika hakim memutuskan, menurut keputusan Saiyidina Umar, bahwa talak tiga di satu majlis di pandang benar-benar jatuh talak tiga. Lalu entah bagai mana misalnya :
Timbulah penyesalan kembali dari kedua belah pihak, “Awas..!!”
Alih-alih akan dapat akal borok, untuk menyewa seorang lelaki untuk menikahi perempuan si Cinta mantan (istrinya tadi). atas perjanjian bahwa sehabis di nikahi hendaklah di ceraikan lagi. Maka di carilah orang² “ Gendeng ” yang sedikit akal dan imannya. Di upah kawin oleh si duda atau si janda. Bahkan seusai nikah tanpa ada tali kasih sayang yang sesungguh nya, dengan bercampur bergaul maka perempuan tadi mesti di cerai kembali oleh hamba sewaan yang “Gendeng”...
Lalu mendapat uang bayaran.
“ Taisul Musta’ar,“ Kambiang… (Bandot) pinjaman.
Inipun yang di maksud dengan Hadits.
La ‘anallahulmuhallila wal muhalla lahu
“ Dikutuk Allah orang yang jadi penghalal itu dengan orang yang di halalkan untuknya.”…(hadits sohih)
Pada hadits ini “suami sewaan” untuk sekali bersetubuh itu bukanlah di sebut suami melainkan pelacur laki² barangkali ya…atau apa gigolo, apa Germo ya..pokoknya yang begitu aja deh barangkali..heuehu…
Hanyalah di pandang untuk sebagai alat penghalal bagi cowok pertama tadi…”uweek..jijay dweh…” supaya bisa rujuk kembali, kepada mantan si Cintanya tadi, yang sudah di talak dalam istilah “serumpun padi tadi” alias talak tiga sekalian.
Dengan perbuatan yang menjijikan dan cemar ini, di cari-carilah dalihsupaya untuk melepaskan dirinya dari kesulitan yang di perbuat sendiri. Dilanggarnyalah sudah ketentuan dan nikmat Ilahi robbi.
Yang berkenaan dengan perkara bahtera rumah tangga, lalu untuk hal yang demikian adalah penempuhan jalan yang di kutuk Allah. Dan tiada Syah adanya. Sebab, sama sekali ndak ada ini, didalam peraturan(Agama islam).
Hanyalah perbuatan laknat yang di kerjakan, setelah cara berfikir Islam lalu di gantilah dan di kusutkan oleh kebekuan faham.
Sebab itu maka Ayat ini, memberikan suatu tuntunan. Jikalau terpaksa bercerai…cukup deh,… sampe dua kali saja. (kawin-Cerai+kawin-cerai).
Malah sudah seharusnya dari pelajaran perceraian yang pertama sudah semestinya menjadi pelajaran dan berfikir. Setelah berujuk kembali mestilah berfikir lebih dahulu jika mau cerai untuk kedua kalinya.
dan jikalau perceraian yang kedua ga’ terelak juga…lalu sudah rujuk pun kembali. Maka, sampai di situ saja.
hendaknya berfikir habis-habisan deh…jikalau hendak cerai
yang ke tiga kalinya…syukur-syukur jika ga’ ada niatan
untuk cerai-cerai lagi.
“Tahanlah,.. hangat-hangat, dingin-dingin empuk.”
“Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka,”
Ini pun berisikan hikmah pendidikan berbudi luhur dan mendalam.
Alangkah jelek, dan rendahnya perangai budi. dari hamba yang sewaktu Cinta
dan sayang di hatinya berbunga-bunga lekat begitu erat macam perangko,
Istri di berikan ini dan itu. “heuheuy…”
Tetapi sewaktu hendak bercerai di minta lagi, ckckck…..
“bukan kah yang sudah di berikan adalah sudah menjadi kepunyaannya…?”
Seharusnya janganlah di hubungkan urusan hati dengan benda.
“kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.”
Inilah perceraian yang terjadi oleh karena kedua insan
(lelaki dan perempuan) yang dalam keadaan insyaf
bahwa pergaulan mereka sudah ga' akan dapat di terusin lagi, sampai pada jenjang berikutnya. Si perempuan akan merasa lebih tenang dan lebih baik bercerai saja.
Dan si cowok mau bercerai asalkan diganti kerugiannya.
Namun hal ini pun tidak bisa sembarangan, di kabulkan atas ganti ruginya.
jikalau si cinta si perempuan sudah pernah di nikmati tubuhnya).
Dalam saat-saat seperti ini. pada pihak ke tiga sudah boleh turut campur untuk mencari penyelesaian. Karena di sambungan ayat tersebut :
“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya.”
Disini sudah di sebut pada kalimah kamu sudah tidak lagi khusus urusan(mereka) berdua lagi. Disinilah pengadilan pertama adalah keluarga dan yang terahir adalah hakim. Setelah di selidiki ternyata memanglah ada sebab-sebab yang menunjukan bukti bahkan saksi bahwasanya persuami istrian (mereka) sudah tidak dapat di lanjutkan lagi. Sebab sang Cinta(istri), sudah tak sanggup lagi untuk mempertanggung jawabkan lagi, bahwasanya bahtera rumah tangga ini tidak akan selamat jika di teruskan.
Lalu sang suami mau menceraikan. Jika, kerugiannya diganti. Inilah yang di namai “khulu” atau ‘iwadh” atau juga di sebut tebus Talak.
Maka perempuan itu boleh menyerahkan barang-barang haknya. Meskipun hak itu adalah, pembelian suaminya kepadanya (mahar).
Walau sejak lekat di badannya memanglah sang istri yang mempunyainya
(sesuatu yang di maharkan dan yang di belikan/di berikan)selama berumah tangga.
Dalam hal ini pun sudah jelas sekali bahwa ada hak perempuan, sebagai yang di sebut pada ayat di atas.
Jadi bisa di simpulkan bahwa: Lelaki ( yang ada harga diri) seharusnyalah jika menceraikan istri. maka, pantanglah sekiranya untuk mengambil kembali, sesuatu yang sudah di berikan. Kelakuan mengambil hak istri seperti itu adalah Hina, seHina-Hinanya.
Bahkan pada Ayat yang lain bahwa bukan mengambil sesuatu yang sudah di berikan. tetapi, memberikan sesuatu “Mut’ah” uang sebagai pengobat jerih, perih. Atau hadiah. Tetapi kalau keinginan bercerai
berasal dari si perempuan dengan disaksikan oleh keluarga dan wali,
bolehlah si perempuan membayar, kepada si laki-laki itu sebagai ganti rugi
agar talak di jatuhkan. Oleh karena ada alasan tertentu seperti penjelasan di atas tadi.
“Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang lalim.” Data Al-Baqarah (2:229.)
Cowok yang ngambil kembali barang yang udah di kasihkan, Adalah melanggar aturan Allah. Sedangkan Perempuan minta Cerai dengan tidak ada alasan yang tepat, dan bukti, saksi yang nyata, adalah melanggar peraturan Allah juga. Kalau lah perempuan meminta cerai karena merasakan ketiada tenangan dan memandang bahwa peraturan Allah, tidak akan berjalan selamat dalam bahtera rumah tangganya jika di teruskan, misalkan si lelaki tidak sadar akan kewajiban...
istri pengajian suami pergi keperjudian dll, heuheu…
Lelaki tidak bisa menjalankan kewajiban bahtera rumah tangga atau kewajiban diri juga kepada Allah di sia-siakan.
Sedangkan sang istri tidak ridho. Perempuan baru boleh berfikir, buat bercerai. Tetapi tangan keluarga dan yang tertinggi adalah di tangan hakim yang adil. Untuk turut campur. Campur tangan itu adalah untuk menentukan “Khulu” atau ganti rugi, berapakah sepatutnya. Disinilah awalnya dari ijtihad Ulama tentang soalan bahwa boleh di buat perjajian sebagai ta’lik talak sewaktu akan di langsungkan. Kedua pihak boleh mengemukakan syarat² tertentu.
Diantaranya misalkan “khulu” tadi. Segala sesuatu perjanjian yang tidak mengharamkan yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram, bolehlah kiranya di lakukan.
Demikian tafsiran Ayat di atas, semoga ada manfaat nya. Untuk kita semua…
Allahumma shalli ‘ala Saiyidina Muhammad.
wassalam
Kamis, 26 Agustus 2010
˙·٠•●♥ Dalam Penantian Khatulistiwa __̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡. (1)

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
(Perjalanan Panjang Untuk Sebuah Identitas)
Dalam Penantian Khatulistiwa!
DONGENG
DO itu duduk, NGENG itu cerita
jadi duduk, baca dan simak Wisnu kecil mau cerita,
sambil cerita sambil mengingat pelajaran di SD. hihiy...
ibuku (Almarhum) memberiku nama Wisnu wais AlQorni yang di rubah menjadi
“Bagus Qurnae fauzi iskandar”, konon katanya :
( karna sering sakit- sakitan sewaktu kecil ),
Hmmm…ngemeng,ngemang. “tapi aku, lebih suka memilih nama pertamaku”.
aku katakan kepada ibu, sewaktu ibu masih berada dalam kenyataan hidupku di dunia. Ibu bilang “ silahkan nak, semua itu Namamu, apapun yang kamu mau. Sebab nama seorang yang ibu Cinta (rosulullah), pun banyak sekali namanya”
heuheu…(seneng di izinkan ibu).
Wisnu kecil, di lahirkan, di bulan kemerdekaan. sejak itulah aku biasa dipanggil Deden, Bagus,Ade /aa/kk/wisnu.“Hmmm…tapi biarlah itung~itung nyenengin orang tua”.
Heuheuy…entah turunan “darah mana” aku dipanggil begitu, mungkin darah ningrat dari kabupaten Cirebon ( menghayal.com ). yang konon para leluhurku turun-temurun menjadi lurah/kiai, yang tak pernah aku lihat dan merasakan kasih sayang mereka, karena mereka telah tiada ketika aku masih dalam kandungan, Bahkan sebelum ada dalam kandungan.
Turunan pembesar galuhkah?,kota ciamis,...ckckck tambah "menghayal"..
yang konon dahulu adalah kerajaan angker. Yang ber-ilmu tinggi. Sisa dari kerajaan hindu-budha.
hmmm...(ga'penting banget,apa itu darah ningrat. atau rakyat jelata)
Aku terlahir dari Ayah dan ibu yang sangat prihatin dan terusir. Dari lingkungan bejad & mendengki.merasa hidup terancam, dan kekurangan. akhirnya Ayah dan ibuku “hijrah” ke sebrang kepulau andalas, yang sekarang sering di sebut Sumatra. termasuk Aku yang saat itu masih belum ada.
Di sumatra (kota palembang. Kabupaten muara-enim) itu aku lahir, di sebuah kota kecil atau lebih tepatnya disebut kampung bernama “Cempaka”. dengan penduduk heterogen sisa dari komunitas Cina, jawa, juga Palembang (penduduk Asli) yang menguasai pertanahan disekitar kota dan perkebunan yang usar.
Dan akuterlahir dari pasangan suami istri. M.sohih bin H.sufari (eyang jangkung) bin eyang H.Perwata ( eyang koneng) bin H.Habib hasan dan Ibunda Amina bin Al-jasim bin eyang Al-hani.
Bapakku seorang lara. yang memisahkan diri dari keluarga karna tuntutan hidup yang berat dan prihatin.
terlahir dari kakek (Almarhum), seorang kyai, di kampungnya.
yang ketika itu dia masih kecil, Sudah di tinggal pergi oleh Ayah dan ibunya.
Tinggalah dia seorang yang(yatim,piatu).
Berawal mulai sekolah di SDN1. adalah bekas benteng pertahanan Belanda, di sana juga ada pemakaman sebagiannya yang sudah dijadikan sekolah.
Sebagai “bungsu” dari 9 bersoudara, aku sangat merasakan kasih sayang orangtua yang terasa berlebihan. sehingga aku tumbuh menjadi manja, cengeng, galak dan keras kepala. aku senang bergaul.
semula aku perlakukan sama dengan teman-teman bermainku. Tapi ternyata itu salah! Mereka teman-temanku membawa karakter sesuai lingkungan keluarga dan tradisi nenek moyang yang mereka dilahirkan. Dan akhirna ku memilih untuk menjalani hidup tanpa banyak teman. Sebab itu bisa membahayakan keyakinanku, serta ahlakku.
begitu kata bapak!
Bapakku mengajarkan aku Agama Islam (tanpa membaca Alquran) Tapi dengan sikap dan perbuatan seperti dengan membawaku shalat di Masjid dan ketika shalat jum’ah di Mesjid Agung. yang tempatnya agak jauh dari rumah. akupun disuruh belajar membaca Alquran di rumah dengan ibu, selain itu aku belajar juga di mushola kecil di kampungku yang namanya Al-hidayah.
di tempat “ngaji” itulah aku mengenal “wanita” yang bagiku ia begitu indah untuk dipandang, dialah yang membuat dadaku bergetar!...Ketika aku masih bau “cikur” hihiy…
dan yang sama sekali belum tau apa arti “Cinta.”…
“Alif…ba…ta….tsaa….” Demikian pertama aku belajar ngaji, tak ada yang istimewa! Bagiku itu hanya sebatas kewajiban yang dibebankan orangtua. kalau bukan karena ingin bertemu wanita itu sudah dapat kupastikan, aku meninggalkan rutinitas hari yang menjemukan setelah matahari terbenam itu.(wisnu kecil..masih belom mudeng )
Terkadang kalau lagi bermusuhan dengan wanita itu.
aku pindah ngaji dirumah, dimana kawan-kawan pria dan wanita seusiaku belajar ngaji juga dirumahku, mereka semua tetanggaku dari kelompok minoritas perantau, mereka mempunyai komunitas sendiri, cara dan adat mereka berbeda dengan penduduk “sumatra” setempat. Mereka keturunan Palembang.
bapakku menyebutnya “kance-kance” (teman-teman)
yang membawa adat dan kebiasaan yang sangar dan ganas! Brrr…brrr…
“Alief…be…te….tse…..” Alangkah kagetnya ibu, ketika mengetahui aku belajar mengeja Al-Qur’an seperti itu. yang di akhiri dengan lafad “E” dengan bahasa palembang.
Aku mulai tahu kalau masyarakat dilingkunganku tinggal terjadi persaingan norma, dan etika yang tidak sehat.
Siang hari sepulang sekolah aku dan kawan-kawan priaku sering bermain di “lapangan lik jono (nama pemiilik tanah)”, sebuah lapangan yang di tumbuhi pohon-pohon rindang,
dan besar. di salah satu pepohonan itu ada sebuah pohon belimbing yang teduh.
Pohon belimbing itulah sebuah residu memory masa kecilku yang penuh kenangan, penuh hikmah. yang saban hari mengasuh dan memberiku makanan dengan buahnya yang masam dan segar... yang “ku coel” dengan garam dan yang aku makan di atas pohonya ketika aku pulang sekolah sewaktu lapar.Alhamdulilah...
Pada masa waktu itulah, Saat-saat aku. menunggu pulang orang tuaku yang bekerja seharian di pasar, yang berusaha menjemput rezeki yang sengaja diturunkan dari langit ke tujuh oleh Allah SWT untuk ayah dan ibuku, demi menghidupi keluarga “Sebagai ibadahnya, sekaligus jihad bagi ukuran mereka yang sungguh lelah dan sederhana itu.”
Pohon belimbing itu juga, adalah sebagian rezeki yang telah di berikan Allah swt untuk aku makan setiap harinya sepulang dari sekolah SD . Karena masa~masa ketika itu aku pergi dan pulang sekolah Alhamdulillah, jarang sekali yang namanya sarapan.
Terkadang, ketika pagi aku di masakan nasi goreng. itu juga kalo lagi ada sisa dari makan malam, yang di daur ulang oleh ibuku yang baik dan rajin. juga tipe penyayang itu... Karna orang tuaku dari pagi sampai sore bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarga.
Subhanallah….”Amina. Wahai…ibunda tersayang. Ingatan tentangmu tak akan pernah lepas sampai akhir hayatku”
Dekat dari lapangan itu, ada pula sebuah bangunan tua yang rapuh, juga menyeramkan, tempat di samping pos kamling, sering dibuat tempat pertemuan oleh kelompok orang tertentu, mereka sebagiannya adalah saudara atau family dari kawan-kawan sebagai tetanggaku.tentu saja turunanpenduduk Asli disana.
Tempat yang menyeramkan itu kemudian diruntuhkan.
karena memang sudah rapuh, & ambruk di sebagian kecil dari atapnya.
akhirnya dijadikan garasi tempat mobil orang kaya dan berkuasa. Orang kaya itu, orang tua dari teman perempuanku yang angkuh, sombong, dan acuh tak acuh itu. yang anak dan keuarganya sering sekali menghinaku dan keluarga bapakku.
“ Namun, subhanallah…itulah bapak”. “Seorang yang penuh kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani hidup” beliau hanya tersenyum…ketika ada orang yang menghina, dan menyakiti peasaanya.”
Beranjak dewasa:
Masa, sudah berada di tanah jawa….
Disebut kampung dimana tempat orang tua tinggal.
disana di kampung itu juga ada sebuah mushola.
sesuatu yang telah menggugah kembali hatiku.
“Jangan kembali pulang”..
sebelum kita menang,
walau mayat terdampar di medan juang
itulah Islam berjuang!
Tinggalkan ayah, tinggalkan ibu
Relakan daku pergi berjuang
Dibawah naungan Islam
Hidup mulia, atau matiSyahid cemerlang!
Syair yang dihapal yang masih ku ingat, Dilingkungan sekitar moshola itu. lebih tepatnya disebut tempat pengkaderan dan pembinaan generasi muda Islam yang saat itu, aku tidak tahu untuk apa. aku dan kawan-kawan hanya “anak bawang” yang sekali-kali disuruh menghidangkan makanan dan minuman bagi mereka. Aku hanya diperingatkan bapak untuk tidak mendekati mereka, untuk tidak belajar dengan mereka. karena bagi bapakku mereka adalah pengikut misi agama baru, sebab jika mereka ke mushola yang selalu memakai jas…! ( maklum, bapak anti modernisasi ).
Wajar kekhawatiran bapak, Karna pada saat itu masyarakat di bungkam oleh kekuasaan orde baru.sehingga timbul kekhawatiran yang dalam di dada bapak,
karna takut kalau-kalau aku berbuat sesuatu yang dapat menjerumuskan aku..
Tapi syukurlah ternyata, kehawatiran bapakku.
Terluluhkan, karena sesungguhnya pengkaderan itu hanya sebatas pemuda pengurus masjid saja. Heuheu…
Aku sudah mulai beranjak tumbuh besar dan cukup sedikit agak mengerti. di musola itu juga banyak sekali teman wanita yang sebaya denganku.
Ketika hari menjelang senja, aku mulai berkemas berdandan lama di depan cermin karena aku tidak mau terlihat jelek dihadapan wanita- wanita itu. aku tidak mau buka “kopeah”.
Aku merasa ada kekurangan dengan rambutku yang sedikit kurang lebat, kucatat itu sebagai kekuranganku yang pertama.
yang membuat aku kurang percaya diri untuk bisa menyatakan perasaanku pada Salah satu dari wanita~wanita itu...
Di tempat ngaji itu seperti biasa selepas shalat magrib berjamaah, aku bersama kawan-kawan dari golongan pribumi belajar agama dengan di “nadom”kan dalam bahasa Indonesia. sehingga lagu-lagu pesantren tentang ke-tauhid-an mudah untuk diingat, bahwa ;
syarat sahnya kita beriman harus percaya pada:
1. Allah swt 2. Malaikat
3. Nabiyullah 4.Kitabullah
5. Taqdir (QodoQodar) 6. Qiyamah
Setelah percaya (iman) pada urutan rukun di atas kita menjadi muslim dengan mengikuti rukun Islam atau syarat sahnya.
kita menjadi muslim dengan mengerjakan:
1. Syahadah 2. Shalat
3. Zakat 4. Puasa dan
5. Haji
Aku hapal “kata-kata” di atas secara detil tentang ke-Esa-an Tuhan, dan juga :
10. malaikat dan tugas-tugasnya yang wajib diketahui;
1. Jibril. a.s ( penyampai berita wahyu )
2. Mikail. a.s ( penyampai berita rohmat )
3. Israfil. a.s ( peniup sangkakala )
4. Izrail. a.s ( sang pencabut nyawa )
5. Rokib. a.s ( pencatat Amal baik )
6. Atib. a.s ( pencatat Amal buruk )
7. Munkar. a.s ( penanya ahli kubur jelek )
8. Nakir. a.s ( penanya ahli kubur baik )
9. Malik. a.s ( penjaga Neraka )
10. Ridwan a.s ( penjaga Syurga )
Juga Hafal 25 nabi yang wajib diketahui;
Nabi yang ma’ruf di kalangan muslimin secara umum:
1. Adam 2. Idris
3. Nuh 4. Hud
5. Shalih 6. Ibrahim
7. Luth 8. Ismail
9. Ishaq 10. Ya’qub
11. Yusuf 12. Ayyub
13. Syu’aib 14. Musa
15. Harun 16. Dzulkifli
17. Dawud 18. Sulaiman
19. Ilyas 20. Ilyasa
21. Yunus 22. Zakaria
23. Yahya 24. Isa
25. Muhammad saw
Dan Nabi lainnya:
1. Khidir
2. Yusya’
3. Uzair
4. Samuel
5. Daniel
Dan juga Kitab yang diturunkan kepada 4 Nabi dan Rasul ;
Taurat (Musa.a.s ), Zabur (Dawud. a.s), Injil (Isa. a.s ), AlQur’an ( Muhammad saw )
Itulah nama-nama kitab Allah swt. yang diturunkan pada para Nabi,
Selain belajar tentang tauhid. di tempat itu juga di ajarkan tentang cara membaca Alquran yang benar, melantunkan Alquran yang merdu, bersuci dari hadast, membaca arab gundul dari kitab-kitab berwarna kuning. juga belajar bagaimana berbahasa arab yang benar.
Lebih dari itu, tanpa kusadari….
akupun belajar tentang “Cinta” …heuheuy...
karena wanita itu memberiku sepucuk surat yang nadanya mengungkapkan tentang perasaan hatinya padaku…
“rasa cinta yang pertama kurasakan” begitu katanya dalam suratnya yang pertama!...”Prikitiwww…”
Jujur… aku tertarik dengan agama, dan semua ocehan guru ngaji, ketika itu.
Dan aku menghapal sekaligus mempelajarinya juga karena terpaksa, Aku takut dikatakan bodoh atau difitnah hanya untuk menarik perhatian perempuan itu saja, dan aku takut karena wanita itu bagiku begitu indah, sempurna untuk dimiliki, karena kawan-kawan priaku pun berlomba untuk menarik perhatiannya.
Akupun begitu dan aku berhasil!….“…..Yezzz….”
Sungguh…Gila… waktu itu, hatiku buta dan tidak tau apa yang dimaksud
“hakikinya Cinta”….
Setelah belajar agama bersama, dan yang diakhiri shalat Isya berjamaah, sebelum pulang ke rumah, aku suka mengantarnya pulang. Hanya sebatas tanpa sepengetahuannya. Dan aku menyempatkan diri mengikutinya sampai aku yakin rombongan wanitaku selamat sampai tujuan…Alhamdulillah…
Kalau musim liburan ramadhan tiba, jadwal belajar ngaji berubah jadi siang sedangkan malamnya diganti dengan acara “taraweh” waktu luangku baik siang ataupun malam selalu kuhabiskan dengan membaca, teman-temanku memberi gelar aku “sikutu buku” karena kalau sudah membaca aku suka lupa segalanya. Dahulu…Kebetulan bapakku disamping sebagai pedagang di pasar, juga membuka usaha sampingan dengan “wawarungan” dirumah, yang dilengkapi dengan “taman bacaan” semacam perpustakaan kecil untuk disewakan mulai dari buku roman, komik, novel atau bacaan-bacaan dari negeri seberang. Cina, Arab, juga Eropa. yang sudah diterjemahkan dalam bentuk cerita dan filsafat. Aku selalu dahaga dan haus untuk membaca saat itu.
Setelah kulumat habis semua buku perpustakaan kecil itu, dan setelah kubaca berulang-ulang aku mulai bosan. sehingga aku mulai berpikir, kenapa tidak membaca Alquran saja…, toh hampir semua orang dewasa yang kukenal pada bulan ramadhan membaca Alquran. Kalau aku tidak tertarik dengan apa yang dibacanya karena berbahasa Arab yang tak kumengerti, mengapa aku tidak membaca terjemahnya saja. Hmm…aku ingat,…!
“bapakku menyimpan Alquran terjemahan di atas lemari pakaian”.
Ketika waktu itu Sambil membaca aku membantu usaha sampingan kedua orangtuaku itu, aku bisa menjaga dan meladeni mereka yang mau belanja atau juga mereka yang mau menyewa buku. Peranku sangat penting karena hanya aku yang tahu buku mana yang bagus dan laku, disamping itu tugasku adalah merapikan, membungkus, menyusun, mencatat dan mendaptar buku-buku yang baru di sewa, yang harus dikembalikan si penyewanya,
Di Sumatra ;
pada “Ramadhan” Teman-teman sering ngajak aku “ngabuburit”, di rel kereta api. terkadang juga, banyak teman seusiaku ngabuburit ke taman masjid Agung, disana ada banyak permainan seperti “cemen” cerita tentang boneka-boneka yang digerakkan oleh magnet, disana juga aku sering melihat poto-poto yang dapat dilihat melalui alat seperti teropong, sungguh aku kagum tentang apa yang di sebut “Baitullah” atau tempat-tempat lainnya yang termasuk keajaiban dunia.
Di saat ngabuburit aku juga suka berenang di sungai yang namanya “lematang” tempat mengambil air yang di olah oleh (PDAM).
Sungai yang terkadang keruh kecoklatan itu, aku lebih suka dibanding berenang di kolam renang. yang tak begitu luas dan tak begitu indah di pandang.
Dan Asyiknya ketika kemarau panjang tiba. peduduk kota yang tidak banyak persediaan air, beramai-ramai ketika hari menjelang sore untuk mandi di sungai. Yang di tengah sungai itu terlihat gundukan pasir, di tengah sungai yang seolah-olah menjadi pulau-pulau kecil karna surut akibat karakter alam yang kemarau berkepanjangan.
Teringat pertama kali masuk sekolah dasar.
semua murid banyak yang tidak berseragam, tidak bersepatu bahkan ada yang tidak beralas kaki termasuk aku, lalu 1tahun kemudian kebijakan untuk memakai seragam diberlakukan seperti halnya murid-murid sekolah tingkat menengah.
Cuma bedanya Murid sekolah tingkat dasar memakai seragam yang celana pendek merah dan kemeja putih berlengan pendek. Dan Jalan belum banyak dilalui kendaraan. Untuk alat transportasi. aku mengenal “Cuma kaki yang di bekali Allah” atau “beca” yang ditarik dengan orang untuk jurusan pasar yang dekat, di kota yang aku kenal “”.
Namanya pasar “mambo”.
Untuk pergi ke kota yang jauh. aku mengenal oplet, untuk menarik barang, atau kayu dari hutan. aku mengenal “wahon” mobil yang lebih besar dari oplet dengan bak yang terbuka. kendaraan bermesin itu hanya bisa berjalan setelah sopir bersusah payah menyelahnya dengan besi panjang atau di dorong ramai-ramai. “Hahay…”
Ditanah jawa;
Dan sampai pula ketika aku menginjak di tanah jawa. aku teringat beberapa hari setelah lebaran keluarga besar suka menyempatkan diri pergi ke “pamuruyan” nama sebuah pemakaman, sunyi sepi…tempat istirahatnya hamba Allah untuk semantara sebagai tandanya. Kami sempatkan untuk ziarah ke kubur nenek.
Biasanya anak-anak (termasuk diriku). Suka dibopong dipundak orang dewasa. karena harus berjalan jauh, menerobos sawah dan hutan kecil, juga mendaki tanah yang sedikit menggunung di lembah sisi gunung sangkur.
Di gunung itu masih banyak dijumpai kera juga ular yang berbahaya.
Di atas bopongan orang-orang itu. aku sangat menikmati pemandangan Alam yang menakjubkan. Subhanallah…betapa indahnya Alam ciptaanmu ya Allah.
Sesampainya lagi dirumah, Sanak family dan orang-orang dikampungku, suka datang menjemput untuk membawa barang bawaan. orang-orang desa menyambut rombongan dengan bahagia. Beberapa hari tinggal disana. seperti berada di surga yang seperti digambarkan guru ngajiku.
air kolam dari sungai yang bening berbatu hitam, kebun, ternak dan pelayanan. penduduk yang ramah, membuat aku ingin selamanya tinggal disana. Tetapi suasana malam begitu sepi, gelap dan mencekam karena disana belum ada listrik. Aku takut dalam kegelapan sewaktu itu, karena kakak-kakak-ku, suka menakut-nakuti aku.
nenek ku, konon adalah seorang “Pekerja keras”, masih tersisa bekas kelelahan diraut wajahnya ketika beliau masih jumeneng (hidup).
Allah~Allah…Ini cerita dari ( Alm ibuku)
Ia dilahirkan di kabupaten Ciamis, entah bagaimana ceritanya, yang aku tahu banyak orang Ciamis yang “hijrah” ke berbagai kota seperti; ke Banten, Sumedang, Bandung dan juga melintasi selat sampai ke Sumatera. Mungkin mereka pindah karena kenyamanan mereka terganggu oleh konflik ekonomi, dan sisa-sisa jajahan belanda, jepang.
Cerita sekitar tahun “90 an”
aku mulai tumbuh jadi seorang yang perasa, dan mengerti apa itu Cinta, kasih sayang, harapan, dan perjuangan.
Sekaligus mengerti perasaan bagaimana rasanya kehilangan.
Di relung-relung hatiku sering berbicara sendirian dan kerap kali memisahkan diri, dan mulai berada dalam kesunyian.
Ketika aku memandangi ada perbedaan antara aku dan teman-teman sebayaku. Seperti ada sesuatu perasaan yang memisahkan aku dengan mereka.
Bersambung…..
Nasehat:
Ambil pelajaran yang indah dan baiknya saja.
“ sebab tiada kesempurnaan kecuali dengan penghayatan yang dalam, berkembang, dan layak untuk di jadikan pembatas. Sebatas memory yang layak dan yang positif saja.
Selebihnya buanglah…”
Karena betapapun kita, Adalah Allah sudah memberi bekal diri untuk berfikir lebih mengarah kepada kelembutan hati, dan berlaku kasih dan sayang.
Disetiap “ perjuangan, pembelajaran, persiapan, peperangan, sekaligus Cinta dan airmata…dan jika engkau memiliki “Cinta” milikilah Cinta dan kasih sayang yang hakiki….”
Kamis, 19 Agustus 2010
˙·٠•●♥ “Senyumlah Nak”

__̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__
6 juni 2010
Ananda. Aku tau, hatimu piluh,sedih dan terluka,…
aku teringat dimana ketika waktu, disaat² keceriaanmu, membelai dan mengusap di seluruh relung² dalam hati dan jiwa yang memandangmu...
“Nak, tau kah engkau,”…
betapa hati ini perih dan tiada dapat berbuat apapun, tatkala melihat engkau terbaring hanya kaku. Diam, hanya menunggu rahmat Allah diatas pembaringan,…
kamu bilang padaku, “pak,..boleh ku minta sesuatu”…
“boleh nak, ucapan lirih sahdu ku lafadzkan buatmu.
Engkau bilang “doain aku ya…pak”
“Allah,….nak, tau kah engkau, “….disaat² ku dengar permohonan mu itu.?
Sampai detik ini masih selalu terngiang di telinga hati dan ingatanku.
Nak pada detik² waktu engkau ucapkan itu,
“rasa hatiku menggetar, merinding,…luluh, piluh lalu menjadi hancur..."
Airmataku pun menetes tak tahan aku memandang wajahmu dan hatiku terasa nyeri…
Aku bilang “ Nak, Cuma itukah permohonanmu dariku”?
Dan engkaupun Cuma bilang, “iya ...bapak. Zaid “Cuma ingin do'a bapak aja”.
kamu bilang lagi “pak, ini adalah hadiah ulang tahun ter indah yang Aku inginkan dari bapak”
“ya Rabb”...
"Wahai...Anandaku sayang,... Maaf kanlah bapak nak, sepertinya saat² seperti ini, Aku tak dapat berikan sebuah hadiah seperti sediakala perayaan yang sering di adakan kebanyakan dari teman² sebayamu nak”
Dan engkau hanya tersenyum,..lalu menidurkan kembali tubuhmu, di atas pembaringanmu….
Dalam, pilumu,dalam ketiada berdayaanmu, dalam derita yang engkau jalani, dalam sakitmu, kamu bilang…”Allah...Aku sayang bapak”….
“subhanallah”,…tak tahan dengar ucap lirihmu, yang indah namun menguras tenaga di dalam sakitmu itu
Dan Aku katakan, demikian juga diriku anandaku,…”Nak Allah juga sayang padamu”…
dan cepat, cepatlah,... tersenyum kembali nak. akan ku ajak engkau bermain mengukir nama² Allah kembali...seperti sedia kala dalam hari² mu juga dengan kisah² ku,.. Amin…
Doa ku buatmu ananda ;
Allah,… sekiranya daratan, langit, dan lautan ini kepunyaan ku saja,
sungguh akan aku berikan kepada anak ini. Dan sekiranya suatu amal kebajikan bisa di hadiahkan buatnya Akan aku berikan juga,. Allah engkau yang memeliharanya sejak dia belum ada hingga ada, dan sampai akan tiada kembali.
“Allah, Tuhanku inilah, Aku Hambamu, yang bermohon buatnya.
Wahai…Allah Tuhanku,...
janganlah sekiranya pernah engkau pergi meninggalkan dirinya, juga diri hamba ;
bimbinglah ia dalam keadaan apapun, Dan Angkatlah ia kederajat seperti orang² yang engkau muliakan serta yang engkau anugrahi nikmat kepada mereka…
"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"
"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"
"wahai,…Allah Tuhanku “Rahmatilah dirinya dengan engkau,"
Allahumma shalli ‘ala (sayyidina) Muhammad, wa ‘ala alihi wasahbihi ajmain…Amin
Sabtu, 13 Februari 2010
.ISLAM NYA BILAL BIN RABAH AL HABSYI R.A. SERTA PENDERITAAN NYA.
Bilal bin Rabah al Habsyi r.a. adalah seorang sahabat nabi yg terkenal. dia adalah seorang mu 'adzdzin (juru adzan) di masjid nabawi sebelumnya. ia seorang hamba sahaya milik salah seorang kafir quraisy, dan kemudian memeluk Islam. Keislamannya telah menyebabkan bilal r.a. mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan akibat dari perbuatan orang2 kafir.
Umayah bin khalaf adalah seorang kafir yang paling keras memusuhi orang Islam. Dia telah membaringkan bilal r.a. di atas padang pasir yang teramat panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindihkan batu besar di atas dadanya, Sehingga bilal r.a. tidak dapat menggerakan badannya sedikitpun.
Umayah berkata, “Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggal kan agama Islam.? ” Walaupun Bilal r.a di siksa seperti itu, namun ia berkata, “Ahad..! Ahad..! “ (maksudnya,Allah maha Esa)
Pada malam harinya, Bilal r.a. di ikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus-menerus hinggga badannya Luka-luka. Pada siang harinya, dia di baringkan kembali diatas padang pasir yang Panas. Tuannya berharap Bilal r.a. akan mati dalam keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksa nya silih berganti, berseling Abu jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin khalaf yang menyiksanya juga. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa bilal r.a. dengan siksaan yang lebih berat lagi. Ketika Abu bakar r.a. melihat penderitaan bilal r.a. beliau segera membebaskannya.
Hikmah dari kisah di atas adalah:
Orang arab jahiliyah, ketika itu menyembah berhala. Karena itulah islam mengajarkan ketauhidan untuk mengubah keyakinan mereka, yaitu hanya menyembah Allah swt. Inilah yg menyebabkan bilal mengucapkan “Ahad,ahad” hal ini karena ke imanan nya begitu kuat. Sekarang seberapa besar keimanan dan kecintaan kita kepada Allah? Kecintaan seperti inilah yg membuat bilal r.a. rela untuk disiksa demi mempertahan kan Agama. Walaupu orang-orang kafir mekkah selalu menyiksanya, namun dia tetap mengucapkan “Ahad,ahad”.
Inilah contoh kehidupan yang pernah di alaminya. Sebelum rosulullah saw. Wafat, dia bertugas sebagai juru adzan di masjid nabi. Setelah Rosulullah saw. Wafat, Pada mulanya di tetap tinggal di madinah Thayyibah. Tetapi tidak kuat untuk menahan kesedihan setiap kli melewati makan rosulullah saw, akhirnya ia meninggalkan madinah dan pergi bersama pasukan jihad fii sabilillah. Sampai beberapa waktu lamanya dia tidak kembali kemadinah.
Pada suatu hari dia bermimpi bertemu Rasulullah saw, dalam mimpinya itu Nabi saw berkata padanya”: “Wahai bilal, apa yang menghalangimu sehingga engkau tidak pernah berziarah kepadaku” setelah bangun dari tidurnya, bilal pun segera pergi ke madinah. Setibanya di madinah, Hasan dan Husain r.a. meminta bilal r.a. agar mengumandangkan Adzan. Dan dia tidak dapat menolak permintaan dari orang-orang yang di cintainya itu. Ketika dia mulai ber adzan, maka terdengarlah suara adzan seperti zaman rosulullah saw. Hal itu sangat menyentuh dan menyayat hati penduduk madinah. Sehingga kaum wanitapun keluar dari rumah masing-masing sambil menangis untuk mendengarkan suara adzan bilal r.a. setelah beberapa hari lamanya Bilal r.a. tinggal di madinah, akhirnya dia meninggalkan Kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun kedua puluh Hijriyah.. dan kini sudah 1431 hijriah..sudah berlalu lama sekali kisah ini, namun Namanya tetap harum dan sangat mengharukan akan cintanya kepada Allah, rosulullah saw. Serta Agamanya…
(Allahumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad )
Umayah bin khalaf adalah seorang kafir yang paling keras memusuhi orang Islam. Dia telah membaringkan bilal r.a. di atas padang pasir yang teramat panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindihkan batu besar di atas dadanya, Sehingga bilal r.a. tidak dapat menggerakan badannya sedikitpun.
Umayah berkata, “Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggal kan agama Islam.? ” Walaupun Bilal r.a di siksa seperti itu, namun ia berkata, “Ahad..! Ahad..! “ (maksudnya,Allah maha Esa)
Pada malam harinya, Bilal r.a. di ikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus-menerus hinggga badannya Luka-luka. Pada siang harinya, dia di baringkan kembali diatas padang pasir yang Panas. Tuannya berharap Bilal r.a. akan mati dalam keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksa nya silih berganti, berseling Abu jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin khalaf yang menyiksanya juga. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa bilal r.a. dengan siksaan yang lebih berat lagi. Ketika Abu bakar r.a. melihat penderitaan bilal r.a. beliau segera membebaskannya.
Hikmah dari kisah di atas adalah:
Orang arab jahiliyah, ketika itu menyembah berhala. Karena itulah islam mengajarkan ketauhidan untuk mengubah keyakinan mereka, yaitu hanya menyembah Allah swt. Inilah yg menyebabkan bilal mengucapkan “Ahad,ahad” hal ini karena ke imanan nya begitu kuat. Sekarang seberapa besar keimanan dan kecintaan kita kepada Allah? Kecintaan seperti inilah yg membuat bilal r.a. rela untuk disiksa demi mempertahan kan Agama. Walaupu orang-orang kafir mekkah selalu menyiksanya, namun dia tetap mengucapkan “Ahad,ahad”.
Inilah contoh kehidupan yang pernah di alaminya. Sebelum rosulullah saw. Wafat, dia bertugas sebagai juru adzan di masjid nabi. Setelah Rosulullah saw. Wafat, Pada mulanya di tetap tinggal di madinah Thayyibah. Tetapi tidak kuat untuk menahan kesedihan setiap kli melewati makan rosulullah saw, akhirnya ia meninggalkan madinah dan pergi bersama pasukan jihad fii sabilillah. Sampai beberapa waktu lamanya dia tidak kembali kemadinah.
Pada suatu hari dia bermimpi bertemu Rasulullah saw, dalam mimpinya itu Nabi saw berkata padanya”: “Wahai bilal, apa yang menghalangimu sehingga engkau tidak pernah berziarah kepadaku” setelah bangun dari tidurnya, bilal pun segera pergi ke madinah. Setibanya di madinah, Hasan dan Husain r.a. meminta bilal r.a. agar mengumandangkan Adzan. Dan dia tidak dapat menolak permintaan dari orang-orang yang di cintainya itu. Ketika dia mulai ber adzan, maka terdengarlah suara adzan seperti zaman rosulullah saw. Hal itu sangat menyentuh dan menyayat hati penduduk madinah. Sehingga kaum wanitapun keluar dari rumah masing-masing sambil menangis untuk mendengarkan suara adzan bilal r.a. setelah beberapa hari lamanya Bilal r.a. tinggal di madinah, akhirnya dia meninggalkan Kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun kedua puluh Hijriyah.. dan kini sudah 1431 hijriah..sudah berlalu lama sekali kisah ini, namun Namanya tetap harum dan sangat mengharukan akan cintanya kepada Allah, rosulullah saw. Serta Agamanya…
(Allahumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad )
Kamis, 23 Juli 2009
SYAHADAH
Kepada yang di mulyakan
Syahabatku
Yang berada
Di Langit
Dan di bumi
Bismillahirrohmanirrohim.
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,Tunjukilah kami jalan yang lurus,Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,Ihdina (tunjukilah kami),
yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Assalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatu.
72. Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalimdan amat bodoh,< bagi mereka yang mengingkarinya >
< 33. Al Ahzab : 72>
yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan/pekerjaan yang berupa tanggung jawab. baik di dunia maupun kelak akhiratnya. yang kesemuaan nya itu, akan ber-ujung mesti menjadi : ibadah,
Lihat pada data ketetapan Allah : 59. Al Hasyr : 18-24
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
< Al Hasyr : 18 >
19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik. < Al Hasyr : 19 >
20. Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah Itulah orang-orang yang beruntung. < Al Hasyr : 20 >
21. Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
< Al Hasyr : 21 >
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. < Al Hasyr : 22 >
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. < Al Hasyr : 23 >
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. < Al Hasyr : 24 >
Sahabat….
Sesungguhnya telah kutawarkan pula amanat tuhanku kepada beberapa orang diantara saudara kita, mereka ada yang menolak menerimanya, dan ada pula yang menerimanya sedikit, ada juga yang merasa cukup, dan ada pula yang berkenan menambahnya. juga ada pula yang menerimanya paling besar, bahkan memintanya lagi dua kali lebih besar dari apa yang telah di terimanya!
Lalu berkatalah mereka yang tidak aku tawarkan amanat itu kepadanya : “Aduh celakalah aku….mengapa aku belum juga bisa di percaya. padahal aku sudah lama hidup mengikutimu….bahkan aku sudah berada di bawah perintahmu!”
Sahabat….
ingin ku khabarkan berita gembira, Nasehat, sekaligus peringatan.
untuk pencapaian kesempurnanya islam dengan 5 perkara.
yang insya Allah untuk bersama kita jalani. Dengan saling mengingatkan, menasehati, untuk berlaku sabar, dan cinta terhadap Allah SWTdan Rosulnya Muhammad SAW. Serta untuk berlaku kasih sayang sesama umat yang seakidah (Islam). Amin…
Solawat serta ssalam, semoga tercurah pada Rahmatan Lil 'alamin Rosululullah Muhammad SAW. Dan semoga Syafaat, serta rahmat dan karunia Allah, tercurah pula untuk kita semua sebagai hambanya yang belajar hijrah di batas garis lurus (Hanif), jalannya para Nabi dan Rosulnya Allah SWT. Semoga (Amin)…
Sahabat…
yaitu diri kita yang belajar membangun dan mengumpulkan kembali kepingan-kepingan Lembaga kerosulan Islam yang telah hancur. Sambil memungutinya dari sisa-sisa kepingan-kepingan Benteng yang telah runtuh yang akan kita perbaiki kembali. Demi penegakan Syariat yang jelas, Adil & benar. Yang akan kita dirikan kembali.
Sahabat….
Syahadah. adalah (realita, / kenyataan). itulah yang membuat aku bersikap relatif pada mereka yang berada disekitarku, bahkan untuk saudara kandungku sendiri aku tidak menawarkan amanat itu-sembarangan, karena syahadah yang ada dalam realitaku tidak berkenan memberikan kepercayaaanku kepada siapapun selain kepada yang Allah swt menghendakinya, karena apapun yang terjadi bagi mereka yang terpilih, kita mesti siap untuk segala konsekwensinya di dunia dan juga di akhirat!
Itulah sebabnya aku tidak memberi tambahan lagi ketika ada yang datang meminta tambahan dua kali lebih dari apa yang telah diterimanya, karena Allah tidak akan membebani manusia diluar batas kemampuannya.
2. Al Baqarah : 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya.(mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
< 2. Al Baqarah : 286 >
Sahabat….
Dan karena aku tidak mewakili pembendaharaan “thagut” untuk dirimu dan tidak juga mewakilinya untuk diriku sendiri.
Dan karena aku berkewajiban membebaskan (melunasi) semua beban amanat yang lama harus aku tanggung sendiri di pundakku.
Untuk bersama kita pikul agar terasa lebih ringan dan diringankan.
Seperti yang pernah aku nyatakan padamu dan juga pada beberapa orang yang kebetulan berada di sekitarku, Syahadah adalah proklamasi, pembukaan yang tidak bisa di tutup-tutupi, karena selicin apapun kita menutupinya, akhirnya akan terbuka juga…..Dan karena tidak ada makhluk yang lebih zalim di bumi ini selain mereka yang berusaha menyembunyikan syahadahnya, menutupi sesuatu yang sudah seharusnya terbuka.
Seperti sepasang mata di wajah kamu, berkedip disaat sadar,… hatimu -menyembunyikan sesuatu yang seharusnya terbuka (syahadah)….
sehingga akhirnya memakai kacamata hitam, bukan karena silau oleh cahaya, tapi karena hati yang berpenyakit….Nurani yang menjerit… karena menolak di- ajak berdusta!”
Sahabat….bagiku….
Karena syahadah adalah persaksian, keterbukaan, pengakuan, sekaligus janji. diantara mereka yang menerima, menolak, dan atau yang baru-sebatas mengetahuinya. Terhadap Allah swt, rosulnya Muhammad saw, dan terhadap dirinya sendiri.
Bagiku penegakkan syahadah adalah segala-galanya….walaupun kita berniat seperti poligami, menikahi wanita-wanita yang kita sayangi….kalau dilakukan dengan cara berbohong dan menutupi syahadah (realita) yang ada….maka bagiku itu adalah perzinahan!” Maka adakah sesuatu yang aku sembunyikan dari kita. dari realita keberadaanku padamu, juga kepada rekan-rekan yang lainnya….Adakah yang aku sembunyikan?...
Maka dari itu, tidak ada yang lebih aku takutkan di bumi ini selain fitnah !”
Maka kuhindari segala fitnah, karena bisa lebih kejam dari sekedar pembunuhan !”
Itulah sebabnya aku selalu berkata jujur, sepahit dan semanis apapun akibatnya. kejujuran bagiku adalah segalanya……Karena aku menyadari betapa lemahnya aku yang hanya tercipta dari air dan tanah yang kebetulan atas kuasa-Nya mampu berkata-kata, berkeinginan, dan berkemampuan untuk menyelaraskan semua nikmat yang Allah swt telah berikan padaku, dan yang karena aku tahu……. belum banyak lagi dan tidak akan banyak bisa mensyukurinya, ketimbang kasih sayang yang telah Allah berikan kepadaku, kepadamu, dan kepada kita semua!”
Agar kita senantiasa bersyukur atas kuasanya dan karunianya coba perhatikan ketetapan pada data : 51. Adz Dzariyaat : 20-23
20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
21. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
Contoh : salah satunya diturunkannya hujan rahmat. Yang menyuburkan tumbuh-tumbuhan sebagiannya lagi tertampung di laut dan sungai untuk dijadikan sebagai mata pencarian dengan karunia yang sangat besar di dalamnya, di sebagian lainnya air hujan itu jugalah yang tertampung jika kita menggali sumur untuk di jadikan air untuk kita minum. Dsb:
23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
yang dimaksud dengan apa yang dijanjikan kepadamu ialah takdir Allah terhadap tiap-tiap manusia. yang Telah ditulis di Lauhul mahfudz.
Yang seperti hal kecilnya dalam diriku saja. Nikmat kasih sayang yang telah Allah berikan dengan setiap kedipan mataku, baik itu tertutup maupun terbukanya kelopak mataku ini. “Sungguh” jika tanpa pengaturannya, dan jika di serahi pengaturan itu semenit saja, aku tak akan sanggup untuk memikul nya. Karna telah kupikirkan dengan sadar dengan segenap jiwa maupun ragaku, jika Allah membebankan pengaturannya yang sangat kecil itu. < yang tiada apa-apanya bagi Allah swt. >
karena dialah Allah yang Maha kuasa. Tapi bagiku itu adalah masalah yang sangat besar sehingga jikaku rasakan, seolah-olah aku memikul beras satu Ton setiap detiknya bahkan lebih berat lagi dari satu Ton.
“Logisnya dari pemikiran itu”,
Sungguh aku tidak akan Sanggup jika harus mengedipkan mataku atau menutup juga membukanya Secara manual (sekeinginan ku).
Maka tentulah aku akan kerepotan dan bagaimana tidak !” ...
jika aku lupa dan pasti aku akan lupa. Maka pastilah aku akan celaka.
“ bayangkan”,…ketika aku akan tidur. maka aku harus menggerakan tanganku untuk menutupnya, begitupun juga ketika aku bangun tidur, untuk membukanya. sunguh amat sangat repot sekali….
Begitupun jika seandainya Aku berkendaraan naik Motor…
Bagaimana bila tiba-tiba ada binatang kecil misalnya, yang hendak menubruk mataku secara logis aku otomatis kecelakaan karna bagaimana tidak , kelopak mata ini mesti selalu di pegangi saat di tutupkan atau di kedipkan. “Subhanallah”….
Wahai Sahabat…….
Maka jelaslah betapa kasih sayangnya Allah kurasakan teramat
besar terhadap hambanya, hingga tak akan sanggup jika kita hendak mengukurnya.
dan teruntuk kesekian kalinya ketika aku tundukan kepala dan wajah ini. bersujud di- hadapannya betapa tersayat hati ini. Hingga berjatuhan tetesan air mata yang meleleh menahan kerinduan sekaligus kepedihan yang mendalam yang airnya mengalir dan jatuh di atas sajadah.
“Basah”…. Seperti yang mengalir dari 2 sumber mata air dari pegunungan.
Dan aku harap air itu tidak akan kering seperti Bunda siti hajar yang mencari air minum untuk di berikan pada ismail yang sedang dahaga atas perjalanan hijrahnya, yang lelah berlarian kian kesana-kemari, yang berlari diantara shofa & marwah selama 7kali sehingga beliau merasa lelah-luluh, tersunggkur dan memohon pada Allah swt. hingga jeritan hatinya mengetarkan arasy…terdengarah oleh Allah swt, yang tercucur air matanya yang suci karena Allah swt. yang jatuh ke tanah,pasir kering di antara bebatuan yang besar dan kecil. sehingga atas rahmat allah yang maha kuasa asbab itu pulalah ter ciptalah suatu mata air yaitu pembalikan dua buah kata dari
air mata yang tak akan pernah surut sampai zaman ini. Yang telah terkenal di seluruh dunia dengan nama sumber mata air ZAM-ZAM. Yang jernih murni, suci akibat dari deraian air mata dari seorang yang berhati suci dan mulia. Yang menjadi penawar sebagai obat dahaga ismail kala itu. untuk sebagai mengenang dan bukti dari residu memory yang nyata dari sebuah sajarah zaman yang telah usang dahulu. Suatu tanda untuk mengenang Bunda siti hajar. Akan kesolehaannya, ketabahannya, ketegarannya sekaligus keikhlasannya, diantara Perjuangan, pengorbanan, penderitan, Cinta sekaligus Air mata. Lillahita’ala…..
Dengarlah….dengar, wahai Sahabat…..
Ini “Sakit…. tetapi Nikmat”. Dan itu terasa Atas karunianya jua. hingga secara otomatis pula atas pengaturan dari Allah maka tertetes sudah air mata rahmat dari tuhanku, yang cukup mewakili perasaanku terhadapnya/terhadap kita semua kepadanya.
Coba sahabat sekalian renungi…..
belum lagi dengan perkara-perkara lainya.
“Cobalah”….di dalam diri ini saja dulu….yang masih mesti kita tafakuri dan syukuri demi pondasi cinta kepada Allah swt, karenanya jika ukuran cinta itu mesti terukur maka tidak lah akan bisa terukur, di bandingkan
dari kasih sayang Allah swt terhadap kita….maka tak patut lah sekiranya apabila kita bercongkak hati terhadapnya. Dan terhadap makhluk lainnya
“Sahabat Sanggupkah kita”! ….. bersyahadah……!
jika tak sanggup….?
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kendak kamu dustakan?.....
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
< 55. Ar Rahmaan : 13>
Maka dengan itu jugalah. kita hanya bisa berdoa, memohon belas kasih Allah, dan mengharap ridha, serta rahmatnya nya.
yang karna kita tau dan rasakan betapa tidak seimbangnya takaran ibadah kita terhadap Allah swt. yang akan di pertanggung jawabkan kelak di mahkamah peradilan Allah SWTyang maha Agung.
Yaitu sesuatu takaran dari berawal niat, ucap , sampai pada yang kita kerjakan di setiap detakan jantung, helaan Nafas, kedipan mata, dan disetiap detik, menit, dan jam. Masa inilah yang jarum nya tak pernah berputar berlawanan Arah (tak akan terulang lagi) di dalam hari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. sampai ajal menjemput kita, disaat-saat terutusnya izrail sang pencabut nyawa. Yang tanpa kita sadari kapanpun dia bisa datang menghampiri. walau pun sekaligus kita bersembunyi ditembok yang tinggi membaja, semua tak dapat menghalangi untuk izrail menembusnya, membawa paksa ruh dan jiwa . malaikat yang patuh terhadap tuhannya. yang tak kenal apa itu yang di sebut SUAP atau sogokan. Dengan seiringnya waktu dan masa yang telah di tentukan, yang sungguh tak dapat lagi ber-ulang kembali. Dengan kepergian yang nyata dan tergantikan kembali dengan isak tangis dari seorang bayi pengganti untuk di uji kembali dalam panggung sandiwara yang telah diatur dan terukur yang sedemikian detailnya
< Kiamat >
Sahabat….
Masa usia ini semoga tidak tersia-siakan, karena betapapun dia tak akan pernah kembali. Dan semoga saja kita tidak akan menyesal!” ...
Sahabat….
yang aku tau saat ini, hidup. hanya mati satu kali. dan akan hidup dua kali, suatu perjalanan yang panjang. yang dimulai dari kematian, lalu kebangkitan, penatian, penyaringan (perkumpulan padang mahsyar) yang mana saat itu manusia bertelanjang sehingga berdesakan, tak ada lagi tempat berpijak melainkan hanya pijakan telapak kaki saja. Lalu perhitungan, untuk di pinta pertanggung jawaban atas semua yang telah kita kerjakan selama masa residu memory yang sudah terlewatkan selama di alam dunia yang fana ini dengan di perlihatkannya suatu bukti nyata yang telah tercatat dengan detil dan lengkap
< Lauhul mahfudz >.
Seperti pada data : 10. Yunus : 30
30. Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang Telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah pelindung mereka yang Sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.
7. Al A'raaf : 6-9
6. Maka Sesungguhnya kami akan menanyai umat-umat yang Telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),
7. Maka Sesungguhnya akan kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang Telah mereka perbuat), sedang (kami) mengetahui (keadaan mereka), dan kami sekali-kali tidak jauh
(dari mereka).
8. Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.
9. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.
Pada hari itu manusia sudah tidak lagi memikirkan tubuhnya yang bertelanjang baik perempuan/laki-laki.
Kamu akan dibangikitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat
dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, 'Ya Rasulullah, laki-laki dan
perempuan saling melihat (aurat) yang lain ?' Nabi saw menjawab,
'Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak
memperhatikan (mengindahkan) hal itu.' (Mutafaq 'alaih).
Maka dengan Syahid dan Hanif lah jalan satu-satunya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. Yaitu segala sesuatu hal yang mengharapkan keridhaan dari Allah. Jalan- jalan yang ditempuh Syahid ini pun banyak lah sekali jalannya namun hanya sedikit sekali yang menjalaninya.
“ Sungguh menanglah, beruntung dan sukses, orang-orang yang hijrah dan mensucikan dirinya dengan dzikir, Shalat, beramal soleh dan berjihat di jalan Allah. serta berani membelanjakan segenap harta, nyawa, jiwa dan raganya untuk Allah dan Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan perniagaan itu bahkan Allah akan membelinya dengan Syurga.
apalagi terhadap para Syuhada.
Orang yang berpegangan kepada sunnahku pada saat umatku dilanda
kerusakan, maka pahalanya seperti seorang syahid. (HR. Athabrani).
Hijrah
hijrah inilah secara syariát adalah meninggalkan sesuatu yang bertentangan dengan amanah dan fitrah yang sesungguhnya demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Demi cintanya ini jugalah, dia mencari (berusaha)sesuatu yang menjadikan dirinya diridhai allah. tanpa menyekutukannya, secara lahir dan bathin. dalam keadaan apapun.
Yang tidak pernah memberikan singgahsana Qolbunya kepada selain Allah swt,
apakah itu kepada perempuan, laki-laki, istri/anak, harta, jabatan. baik yang menyangkut lahiriyah (keduniawian), ataupun temasuk sesat dalam hal yang gaib.. .meminta syafaat kepada selain Allah swt.
< yakinlah… bahwa Allah lah yang Maha mengetahui yang Gaib>
Demi Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan sunnahnya-Nya dan berusaha untuk mengikutinya. Serta rindu dengan perjumpaan dengannya terutama lagi terhadap Allah swt.
Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya
dan seluruh manusia. (HR. Bukhari).
Bentuk-bentuk hijrah ( khususnya Qolbu)
Dengan segenap TEKAD, UCAP, PERBUATAN. Lahir & bathin :
1. Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid.
meninggalkan dengan ikhlas dan faham dari kebiasaan diri mencintai yang lain,
( siapapun dan Apapun dalam realita kehidupan ini, selain Allah )
2. meninggalkan negeri bidáh menuju negeri sunnah.
meninggalkan dengan ikhlas dan faham dari kebiasaan diri menyukai syariat yang
lain, ajaran yang sesat, seperti sesajen, puasa pati geni, /ilmu syihir. dll
( kepada siapapun dan Apapun dalam realita kehidupan ini, selain Allah swt &
rosulullah)
3. Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang amal ma’ruf nahil munkar.
Berusaha semampu mungkin untuk mencapai ridha Allah dengan segenap hati,
lisan, dan perbuatan, yang tidak menyeret diri kepada kemaksiatan. Apakah itu
mencuri, berjudi, bermabuk, zinah, (pacaran) karna tidak dapat di pungkir
sesungguhnya pacaran itu hanya memberikan nafkah kepada nafsu syahwat
(syetan) atau nafsu amarah sehingga menimbulkan
kemusyrikan yang berakibat dosa. sebesar atau sekecil apapun noda itu. Dll
janganlah engkau pandang besar atau kecilnya dosa itu. Tetapi lihat dan kajilah
kepada siapa engkau berbuat dosa dan berkhianat.
Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah. Yang semestinyalah dijalankan ketiganya untuk mencapai kakikatnya hijrah di jalan Allah swt. dengan segenap hati, lisan, dan Perbuatan.
Janganlah engkau mengumbar perkataan “Hijrah” yang tanpa di amalkan. Karna itu bisa membuat dirimu dzalim dan membohongi dirimu sendiri dan yang mejadikan dirimu pendusta dan menjadi golongan kaum munafiq. Dan menjadikan dirimu Kerugian untuk kedua kalinya
Hanya orang yang di perdaya oleh kehidupan duniawi sajalah. ( Kaum sekuler)
Yang hanya menghitung-untung dan rugi secara duniawi(materi)
tanpa menghitung dengan nilai ibadahnya terhadap Allah swt.
Dan mereka jugalah yang tanpa memperhitungkan perniagaannya dengan
Allah swt.Yang lalai dari dzikir (mengingat Tuhannya).
“Aku masih berbicara mengenai Hijrah baik itu lahiriah ataupun bathiniah”
Sahabat…..Akan tetapi Orang-orang yang beriman dan berhijrah diri.
Hidupnya bukanlah untuk hidup, akan tetapi Hidupnya untuk yang Maha Hidup, Hidupnya bukan pula untuk Mati, Tetapi jusru pula…lah…Mati itulah untuk hidup. Dan hidupnya untuk yang Maha hidup, dan tentu dia sudah tidak takut mati dan miskin. bahkan dia pun selalu memberi sebagian hartanya untuk membelanjakannya dari segenap harta dan dirinya diperniagaan kepada yang maha kaya. Yang kekayaannya serta kuasanya yang meliputi Segala Alam Semesta. ( Allah swt )
Orang beriman itu dia tidak takut mati, dan diapun tidak cari mati. Dan dia tidaklah lupakan akan kematian, Justru dia Rindukan Mati.
Sahabat….Kenapa….!” karna mati bukanlah wafat, karna mati bukanlah akhir dari kehidupan ini. Tapi mati, berakhir untuk berawal dari kehidupan yang sesungguhnya. Karna kematianlah jalan satu-satunya pintu untuk perjumpaan dengannya. Kebahagiaan kekasih disaat- saat, detik-detik perjumpaan dengannya, itulah suatu kenikmatan dan adalah suatu keberuntungan dan kebahagiaan. Bagi orang-orang yang beriman
(Syahid/syah) yang Mencintai Allah swt. Hingga Islam keadaannya
Kebangkitan….
Sahabat, Ketika hari kebangkitan itu….
Yang ada, di benaknya para kafir
dan pembangkang hanya ketakutan pada saat hari peradilan Allah swt
(Hari pembalasan).
Di benak manusia terguncang dengan amat sangat dahsyat dan berkata
“ Akankah Celaka aku hari ini..!”, Beruntungkah aku hari ini…!”, lalu sampailah pada detik-detik keputusan hakim yang Maha Adil,
Hakim yang Maha- Agung.
“Apakah kita akan Selamat…!”, mendapat keistimewaan dengan kesenangan yang tiada taranya lagi/(Islam).
Atau malah Celaka dan kesusahan mendapat murka Allah dengan siksa yang pedih tiada tara(kafir).
Jujur aku katakan Sahabat…
Aku tahu kejujuran selalu berbuah pahit bagi mereka yang berusaha melakoninya. Karena aku sangat menyayangi diri sendiri dan tak ingin memperkosa dan menzaliminya…dan karena aku tidak ingin selamanya kita merasakan panasnya neraka! (baik itu di dunia maupun Akhirat).
Kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Habil a.s. terkapar- bersimbah darah di atas kampak berdarah di bunuh oleh saudaranya.
Kejujuran itu jugalah yang membuat muhajirin menderita lapar dan dahaga dalam perjalanan hijrahnya. Kejujuran itu juga Yang membuat para nabi dan rasul terusir dari tanah-tanah kelahirannya, sehingga terhalang jauh untuk memasuki mizbah-mizbah suci (haram) yang seharusnya jadi milik Allah semata!”
Kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Imam Ali r.a.d. lengser dari khalifah yang di jabatnya, kemudian syahid terbunuh oleh anak panah yang mendarat tepat dipunggung yang selaras dengan jantungnya, ketika dalam shalatnya!”
Dan kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Imam Husaen r.a.d. cucu Rasulullah s.a.w. dipenggal syahid di “Karbala”,
“mastaka” yang dulu dipeluk cium hangat kakeknya itu, akhirnya dibakar. LALU di jadikan bola sepak api untuk menghinakannya!
Itu jugalah suatu alasan, kenapa aku kurang suka dengan sepak Bola.
Kejujuran, Karena dimanapun adanya, pada manifestasi dan reinkarnasi zaman (hidup sesudah mati)-nya akan selalu melahirkan pengkhiatatan!”....
Pengkhianatan…!”
Sahabat….
“Pernahkan engkau dapatkan suatu perenungan”.
Kenapa, ketika kita berdoa, di saat ketika kita melaksnakan di dalam sholat, yaitu penerapan Do’a iftitah, yaitu suatu sunah dan sekaligus sunat yang sekaligus juga do’a.
Yaitu agar supaya kita berada dalam teadaan sadar, dan tidak bodoh
( jahiliyah ), serta tidak musyrik, senantiasa Hanif (lurus), jangan pernah membengkokan tauhid dengan alasan Apapun dan pada siapapun serta dalam ke adaan apapun.
Dan hanya untuk Allahlah shalat (hidup/ibadah/doa/tempat meminta) tempat kita menggantungkan segala rumitnya, realita maupun batiniah dalam keseharian kita. Dalam melakoni perjalanan dan ujian di dunia ini.
Atas dasar kesanggupan segala janji-janji yang telah di setujui sejak kamu masih dalam kandungan.
Untuk menjadi kholifah (pemimpin di muka bumi ini.)baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Realitanya tentu tidak akan ada kamu, di muka bumi ini. jika kamu,
tidak sanggup untuk menjalaninya, sehingga Allah merahmati kamu sekalian dengan beban sesuai dengan kesanggupannya masing-masing asalkan berada di jalan yang Hanif(lurus).
Dan hanya kepada Allahlah Shalatmu, (ibadahmu), hidupmu, dan matimu, Hanyalah untuk Allah semata, Tuhan semesta Alam.(Tuhan yang menguasai segala Alam).
Yang sungguh tiada sekutu baginya,
Dan demikian itulah, yang di perintahkan kepadaku, kepada kamu, kepada kita semua.
Semoga Allah merahmati kita dengan orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah menjadi muslim(Islam). Yang seperti ketetapan allah :
161. Katakanlah: "Sesungguhnya Aku Telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik". (06. Al An'am : 161 )
162.Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (06. Al An'am : 162 )
163.Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".(06. Al An'am : 163 )
Sahabat….
Sering aku katakan pada kamu, atau di tempat-tempat dimana aku diberi kesempatan atau kapanpun aku punya kesempatan. bahwa “shalat” adalah “upacara” atau “cara” untuk sampai pada tujuan sebagai “kiblat”-nya.
Dan kita tidak pernah memperdebatkan kiblat mana yang jadi tujuan shalat kita. “Baitulharam” yang dikuasi orang-orang musyrik secara tidak halal. atau “Baitulmaqdis” yang dikuasai para ahlal kitab secara tidak hahal?
115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (02. Al Baqarah : 115 )
Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya ( ketahuilah dengan ikhsan)(Apakah itu perbuatan baik atau pun perbuatan buruk), Karena kita selalu berhadapan dengan Allah yang bersemayan di Arasy.
Karena kita tahu menghadapkan wajah ke timur ataupun ke barat bukanlah tujuan ibadah yang sebenarnya.
Karena tujuan ibadah yang sebenarnya Adalah :
Qs. Albaqarah:177
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Qs. Albaqarah:177)
Itulah tujuan “shalat” ibadah kita yang sebenar-nya, di atas sajadah,
di tempat shalat (mushala / masjid) dimana kedua kaki kita ditegakkan,
di “Tempat kita beribadah ” yang jadi bagian dari “Medinah” untuk “shalat” dan “ibadah” kita! Dimanapun dan kapanpun kita “shalat”. Sekalipun di tempat-tempat dalam perjalanan. ibadah kita juga, untuk menghidupi keluarga dan memelihara dan mengembangkan jamaah pada hakikatnya adalah untuk tujuan menghadap Allah S.W.T.
Karena kita bukan kaum sekuler yang memisahkan antara pekerjaan dan ibadah,
antara kehidupan untuk dunia (pribadi). dan kehidupan untuk akhirat (agama). Karena “pribadi” kita, adalah “pribadi” berjamaah, yang kita sadar bahwa kita berada di dalamnya (Dalam agama) ISLAM. yaitu Negara( Agama) yang kita yakini bersama yaitu Islam . Dalam reruntuhan agama (negara) yang akan kita tegakkan kembali dalam setiap shalat (upacara) kita! Yaitu dalam syahadah (realita ) sebagai pintu awal di kehidupan kita. baik lahir maupun bathinnya.
Sahabat……..
Yang sesunnguhnya ketika lengan kita terangkat dengan melafadzkan takbir dengan seiring, genapnya niat dan helaan nafas yang sekedarnya. Semestinya kita mengerti. makna yang tersembunyi di balik terangkatnya kedua tanganmu. Sesungguhnya pula kita ini sangatlah lemah, walau setinggi apapun jabatan kita, sedalam dan sepintar apapun fikiran kita tetap tidak ada apa-apanya di banding kuasanya Allah swt. Yang semestinya lah kita mudah-mudahan menjadi hamba yang pertama berserah diri kepada Allah, baik lahir ataupun bathin, yang tidak sombong, membusungkan dada baik terhadap makhluk, apa lagi terhadap Allah swt. tuhan pencipta semesta Allam.
Karena bagiku secara lahiriah orang yang tidak mau shalat (lahirnya/badaniah) adalah orang yang paling sombong terhadap Allah swt. Sekaligus sombong terhadap makhluk- makhluk ciptaan nya yang lain. yang berserah diri.
Karna boleh jadi, bila Allah berkehendak dengan sekejap. Allah akan mencabut kembali segala yang engkau miliki dan engkau cintai.
Sehingga engkau akan merasa sangat-amat terpuruk seperti seakan-akan baru saja terjatuh dalam lembah kekecewaan yang amat- teramat pedih. Sehingga jiwa dan raga mu akan tersikisa selamanya.
Terombang – ambing, seolah-olah hidup dan matimu tiada tujuan dan hampa, karena engkau merasa tiada tempat bergantung yang Maha(sangat lebih/diatas segalanya).
Tutur katamu akan menjadi kasar,(kacau/ngaco). perbuatan mu menjadi liar, dan lain sebagainya karna telah memilih thogut/ syeton sebagai tuhan di singgah sana Qolbumu.
Rasa kehampaan itu terus berkelanjutan, sampai kata toubatan Nasuha
Seperti ketetapan Allah swt ;
7.Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat. (02. Al Baqarah : 07)
Pendengaran yang ditutup yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.
Penglihatan di tutup Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat
Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.
Karena disaat sadar, kita mengakui akan kebesaran Allah swt.
Seperti ketetapannya... :
255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.(02.Al Baqarah:255)
Dan…
109.Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".
(18. Al Kahfi : 109)
Sahabat….
Semoga Allah memberkati dan merahmati engkau dan kita semua,
Atas rahmatnya jika engkau sudah benar mengerti apa itu ISLAM.
Karna setidaknya engkau telah di tawarkan pondasi pertama yang sangat penting untuk menuju islam ( Selamat) yaitu Syahadat.
Beruntunglah engkau jikala, benar-benar sadar hatimu menerimanya dengan ikhlas dan sabar, sehingga ketika hatimu ikhlas dan tanpa terbebani, maka engkau telah memasuki wilayah ketaqwaan.
Dan Nafsumu akan mulai berkurang dan berubah hanya satu yang tinggal di hatimu yaitu nafsu mutmainah ( Cinta terhadap Allah dan rasul-nya. )
Taat, Hanif. Maka semoga Allah swt meridhaimu..mulai saat engkau membuka matamu, pendengaranmu (penerimaan hidayah) dan sampai akhirnya engkau melepas nafas dalam helaan yang terakhir & menutup kan matamu(maut/meninggal).
Maka yang datang ketika detik-detik itu semoga yang baik-baik adanya. karna Allah maha tau yang engkau cinta dan sukai ketika gagahnya ragamu ketika sebelum menjelang ajal di dalam hari-hari di dalam masa waktu-waktumu. Tiada peduli engkau perempuan atau laki-laki. Ketika rasa sakit yang amat-sangat itu, dikala skaratulmaut. Maka akan berdatangan bermacam godaan untuk mempengaruhi jiwamu. Jika engkau menyukai arak maka engkau sangat haus dengan arak itu, sampai lafadz terakhir yang di katakan adalah arak. Begitupun jika engkau suka wanita, harta/ tahta. Maka kecelakaan akan menjemput dengan siksa yang tiada tara dan kekal adanya.Sebaliknya jika engkau suka /cinta kepada Allah & rasulnya semoga kesenangan yang akan menghampirimu. Dengan ucapan yang bersyahadat Syahid.< syah adanya > Dan semoga kita semua Amin….
Sahabat……..
Karena shalat (upacara) adalah tiangnya agama (negara) senantiasa seatap dengan penegakkan zakat yaitu (hukum). untuk membersihkan jiwa-jiwa berdosa yang hanya bisa kembali bersih (suci) hanya dengan di bakar dalam panasnya neraka yang menyala-nyala yang tidak pernah padam!”
Sahabat……..
Sebelumnya aku ingin sampai kan beberapa Nasihat untuk bahan kajian dan Tafakur. Bacalah ulangi dan resapilah Tulisan ku ini dengan 4 kajian agar engkau tidak salah meng-Artikannya. Baik memahaminya maupun mengkajinya. Serta menjalaninyaYaitu :
1. Kajilah dirimu, Agar engkau mengetahui Tuhanmu.
2. Kajilah Alam, Agar engkau mengetahui pelajaran yang telah di Tunjuki
Oleh Allah SWT. untukmu.
3. Kajilah kitabmu, Sebagaimana yang telah kita yakini dalam rukun iman.
Yang mesti percaya dan yakin atas kitab-kitab yang telah di- turunkan
pada kita semua dengan tujuan menjadi pedoman hidup di dunia
petunjuk bekal menuju Akhirat. yang turunnya atas perantara rosul
yang pertama yaitu jibril a.s.
kitab yang 4 yang mesti kita yakini diantaranya :
Zabur ( yang di turunkan pada nabi DAUD. a.s)
Taurat ( yang di turunkan pada nabi MUSA. a.s)
Injil ( yang di turunkan pada nabi ISA. a.s)
Al-Qur’an ( yang di turunkan pada nabi MUHAMMAD. s.a.w)
Atau juga Hadits-hadits rasululloh Muhammad s.a.w
Dan ke 3 kitab yang lainnya itu, Taurat, Zabur, Injil. Semuanya telah terlengkapi didalam AL- QUR’AN.< secara murni dan terjaga ke asliannya >
Karena kitab lainnya sudah tidak murni dan ditutup-tutupi oleh ahlal kitab yang menguasai secara tidak halal.
4. Kajilah Rasamu, yaitu suatu Naluri kebenaran (Nafsu mutmainah)
yang datang dari Allah swt sebagai kaunia-rahmat yang telah dia
berikan pada kita.Yang akan mendorong kita untuk bertafakur, dan
merendahkan hati. dan diri terhadap Allah swt. Ingat…!” Kuasa dan
ilmunya yang menguasai seluruh Alam Semesta. (02. Al Baqarah : 255)
Catatan :
Jika ada, apapun yang engkau rasakan < di ilhami >. tidak boleh menyimpang dari 4 perkara ini Agar kita terhindar dari jalan orang-orang yang di murkai allah, dan jalan orang-orang yang sesat.
Terutama tidak boleh menyimpang dari , al-Quran & Hadits.
Sahabat…….
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang telah beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul (utusan) dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka,
dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali ‘Imraan: 164)
Sahabat…..
“Islam” adalah lembaga ketuhanan (Agama), matarantainya ada di “Makkah” & “Medinah” dan kita bersama saudara-saudara kita seagama (senegara) dan seiman merupakan “ahlulmadyan”, “ahlulbaqi” sisa-sisa keabadian syajarah dan peradaban di masa lampau yang telah hancur yang pada masa kita sekarang tersamarkan dalam budaya (tradisi) sehingga wajib kita bangun kembali melalui penegakkan “syahadah”, penegakkan “shalat” dan penegakkan “zakat” dengan segenap tegaknya “Puasa”
sehingga agama (negara) bisa benar-benar berpungsi kembali sebagai medium yang tegak, kokoh di muka bumi. Untuk kita membersihkan jiwa kita dan membersihkan orang-orang yang beriman supaya bisa kembali “fitrah” (clear) untuk persiapan menghadap Allah SWT. Tuhan semesta alam!
Di kerasulan Islam
Semuanya bermula dari tekad, Ucap, dan Lampah (perbuatan).
Sehina, serendah dan setidak sempurnanya apapun orang memandang “diri” dan “lembaga” yang kita punya, kita percaya. Insyaallah akan kita dapatkan semuanya sesuai dengan tekad yang jadi motipasi kita…..!
(Mudah-mudahan tekad meraih kesucian jiwa pada mulanya tidak binasa dan bathal dalam perjalannya) Amin..!
Shalat:
yang berati juga dengan istilah doa atau permohonan yang berubah menjadi hak, ketika seseorang tersebut telah tumbuh Cinta di Qolbunya, terhadap Allah swt & rasulnya Muhammad saw. dan ikhlaslah sudah, hingga menyerah kan segala singgasana qolbunya hanya untuk Allah saja. Lihat pada data : 6:161-164
6:161. Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".
6:162. Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
6:163. tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
6:164. Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
dan inilah kabar gembira bagi mereka yang beramal saleh dan ridha atas ketentuan ketentuan Allah :
98. Al Bayyinah : 7-8
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. < 98.Al Bayyinah:7 >
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.< 98.Al Bayyinah:8 >
Sahabat….
Ketika kedua tangan mu berada di dada yang berpas-tepat di pusaran jantungmu ketika dalam shalatmu. Ketahuilah dan rasakanlah, ketika itu juga detakan jantungmu. Aliran darahmu sehingga seakan engkau jaga dengan begitu ketatnya. Untuk mengontrolnya apakah dia berubah
(tetap khusukkah atau malah berkhayal kian kesana atau kemari)
Jantung sering di sebut juga heart dalam bahasa asingnya.
Disanalah tempat berpusatnya kerajaan yang di dalamnya terdapat Qolbu. Tempat berpusat nya fikiran, jiwa, sekaligus ruh, maka disana jugalah tempat berpusarnya ruh yang di karuniakan allah untuk kita semua.
Sahabat ….
sesungguhnya jika segumpal daging itu bersih sesuai Fitrahnya, maka akan baik pula raga luarnya. Dan sebaliknya jika segumpal daging yang berada di sela rongga dada itu hitam maka rusaklah Niatnya , ucapannya, dan raganya(perbuatannya),
Kita yang bersyahadah berupaya menjaga fitrahnya atau kesuciannya jangan sampai kerajaan yang semestinya milik Allah semata menjadi kerajaan pembendaharaan thogut.(syetan)
Karena syetan masuk dan berjalan melalui aliran darah sehingga betah dan bersemayam disana mengatur dan membisikan segala hal yang bertentangan dengan Agama yang kita yakini.
Adapun aturannya syetan(Agamanya syetan ) : syirik(musyrik) hasud, dengki, dan aniaya. dengan makanan yang lezatnya suatu kemunafikan, kekhilafan, yang komplit juga dengan selera menunya :
1. jika berkata dia bohong,
2. jika berjanji dia ingkari, dan
3. jika dia di percayai dia akan berlaku khianat”…!
4. jika melakukan sesuatu ria dan ingin di puji
Jantung itu jugalah, tempat refleks nya nafsu-nafsu, semakin dia berdetak keras dan kencang dengan aliran darah yang mengalir di seluruh tubuh melalui selang kecil yang sering desebut urat. yang jantung itu pulalah yang mengirim sinyal-sinyal melalui syaraf sampai ke pusat pemikiran yang baik/atau pemikiran buruk yang pada akhirnya di wujudkan dalam perbuatan dan ucapan. Namun ketahuilah detak jantung perintah syetan ini berbeda dengan derak jantung ketika orang yang sedang olah raga, karna sungguh yang kita bicarakan disini Adalah tentang kerohanian Dan Agama.
Ketika engkau ruku’
bersambung..................
Langganan:
Postingan (Atom)